Home / Daerah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Akses Kawasan Lokop

REDAKSI

Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, saat meninjau langsung proyek pengerjaan jembatan bailey di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur. Pemerintah Aceh terus memacu perbaikan infrastruktur jalan lintas Peureulak-Lokop hingga Gayo Lues pasca-bencana hidrometeorologi. (Foto: Dok. Pemerintah Aceh)

Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, saat meninjau langsung proyek pengerjaan jembatan bailey di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur. Pemerintah Aceh terus memacu perbaikan infrastruktur jalan lintas Peureulak-Lokop hingga Gayo Lues pasca-bencana hidrometeorologi. (Foto: Dok. Pemerintah Aceh)

Banda Aceh – Pemerintah Aceh saat ini sedang memacu perbaikan akses jalan lintas Peureulak-Lokop hingga ke Gayo Lues yang mengalami kerusakan parah dan jembatan terputus akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyatakan penanganan dampak bencana hidrometeorologi terus berjalan secara maksimal. “Semuanya all out, informasi penanganan disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Sabtu (18 Juli 2026).

Gubernur Mualem, kata Nurlis, saat berada di Lombok untuk mengikuti Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada 15-16 Juli 2026, secara khusus menanyakan perkembangan terbaru penanganan bencana Aceh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun.

Saat bersamaan, Sekda Nasir sudah menugaskan Kepala Dinas PUPR, Mawardi, untuk melihat langsung perkembangan perbaikan jalan dan jembatan yang menghubungi Aceh Timur ke Gayo Lues.

Baca Juga :  Hari Kedua di Barsela, Marlina Kembali Turun Kampung Jemput Data Warga Miskin Calon Penerima Rumah Layak Huni

Nasir meminta laporan terbaru dari Mawardi dalam bentuk audio visual. “Gubernur Mualem ingin tahu kegiatan anak buahnya dalam bentuk visual langsung, bukan hanya dalam bentuk narasi semata,” kata Nurlis.

Dalam salah satu video yang dikirimkannya, Mawardi terlihat sedang berada di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, melihat pengerjaan jembatan baley.

“Jembatan ini kerjasama Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama yang kita kerjakan dari tiga titik yang terputus, Insya Allah dalam minggu ini sudah operasional jembatannya,” kata Mawardi dalam laporannya kepada Gubernur melalui video tersebut.

Lokop adalah sebuah gampong (desa) yang terkenal dengan keindahan alam, termasuk Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak peraih penghargaan Surga Tersembunyi Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API).

Baca Juga :  Aceh Besar Siapkan 200 Hektare Lahan Jagung di Kuta Cot Glie

Namun keindahan itu terganggu setelah akses jalan lintas Peureulak-Lokop hingga ke Gayo Lues mengalami kerusakan parah dan jembatan terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.

Pemerintah Aceh terus berupaya memulihkan pesona alam tersebut, terutama infrastrukturnya termasuk jembatan yang tadi dikunjungi langsung oleh Mawardi. Dalam laporannya kepada Gubernur Mualem, Mawardi menyampaikan informasi tiga jembatan yang terputus di sepanjang Aceh Timur-Gayo Lues. “Setelah Jembatan Baley di Lokop, kita bergerak memperbaiki dua jembatan lagi,” katanya.

Selain itu, Mawardi melalui videonya juga menunjukkan berapa ruas jalan yang sedang diperbaiki dan sudah bisa dilalui kenderaan roda empat di kawasan lokop. “Jalan ini sudah pernah kita perbaiki setelah bencana, kemudian terputus lagi ketika terjadi banjir susulan,” katanya.

Baca Juga :  Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Lepas Peserta Pawai Tahun Baru Islam 1447 H

Dalam dua video lain yang dikirimkan Mawardi, memperlihatkan sejumlah alat berat sedang bekerja memperbaiki jalan. “Kami laporkan kepada Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Sekda, bahwa kami berada di sini sudah sejak awal Juli 2026, setelah melakukan survey pada Maret 2026 yang lalu,” katanya.

Saat ini, penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh berada dalam fase transisi darurat menuju pemulihan, yang ditetapkan pasca-tanggap darurat. Upaya penanganan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, rehabilitasi lahan, penyediaan hunian sementara (huntara), dan percepatan pemulihan sektor ekonomi seperti lahan persawahan.[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Hafidzah Aceh Besar Farrasa Zayyan Lancar Selesaikan Lomba Cabang Tafidz 5 Juz

Daerah

Jual 112 Obat Keras Ilegal, Pemilik Toko Obat di Abdya Ditahan Kejaksaan

Daerah

Wali Nanggroe: Kunci Kemajuan Aceh ada di Tata Ruang dan Lingkungan

Daerah

Lagi, Pangdam Iskandar Muda Terima dua pucuk senjata Api sisa konflik dari Warga

Daerah

Pencairan SPM Tertahan di BPKD Lhokseumawe, Plt Kepala BPKD : Arahan Walikota

Daerah

BPMA Bersama PGE Sosialisasi Seismik 3D Area Cunda – Jeuku untuk Pencarian Sumber Migas Baru

Daerah

Melarikan Diri dan Terjatuh ke Lereng saat Hendak Ditangkap, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia

Daerah

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Minta Pemkab Sediakan Mobil Damkar untuk Kota Bahagia