SABANG — Pemerintah Kota Sabang terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah di sektor maritim. Letak yang strategis serta kesiapan infrastruktur menjadi modal utama Sabang untuk berkembang sebagai pusat bisnis maritim dan destinasi investasi.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyampaikan bahwa peluang investasi tersebut salah satunya terlihat dari ketertarikan perusahaan energi Mubadala Energy. Perusahaan tersebut saat ini sedang mempertimbangkan dua lokasi untuk mendukung aktivitas operasionalnya, yaitu Sabang dan Lhokseumawe.
Zulkifli menjelaskan bahwa Sabang memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Selain memiliki kedalaman laut yang memadai, Sabang didukung oleh fasilitas Pelabuhan CT-3 milik Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kondisi pelabuhan yang tidak padat juga menjadi nilai tambah signifikan bagi para investor.
“Selain itu, Sabang bukan merupakan pelabuhan yang padat sehingga kapal-kapal yang membawa peralatan maupun logistik tidak perlu mengantre saat bersandar. Hal ini menjadi nilai lebih bagi investor,” ujar Zulkifli di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (7/8/2026).
Guna memperkuat posisi tersebut, Pemko Sabang terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan Sabang sebagai pusat bisnis maritim nasional, khususnya pada layanan bunkering dan penyediaan air bersih bagi kapal-kapal internasional. Hasil koordinasi dengan kementerian terkait menunjukkan adanya peluang besar bagi Sabang untuk mengambil peran strategis tersebut.
Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 1.600 kapal yang melintasi jalur Selat Malaka yang berpotensi membutuhkan pasokan air bersih saat singgah di pelabuhan. Pemko Sabang juga telah melakukan komunikasi dengan para pelaku usaha pelayaran dari Malaysia, Batam, hingga beberapa negara lainnya. Para pelaku usaha tersebut menyatakan ketertarikannya memanfaatkan Pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan persinggahan, dengan harapan memperoleh kepastian serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Editor: Redaksi









