Home / Ekbis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kepiting Soka Budidaya Meuraxa Banda Aceh Sukses Diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan China

REDAKSI

Kepiting soka hasil budidaya masyarakat pesisir Meuraxa, Banda Aceh berhasil diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan China.

Kepiting soka hasil budidaya masyarakat pesisir Meuraxa, Banda Aceh berhasil diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan China.

BANDA ACEH — Kepiting soka hasil budidaya masyarakat pesisir Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, sukses menembus pasar internasional. Komoditas unggulan ini rutin diekspor ke berbagai negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, hingga China.

Pembudidaya kepiting soka Banda Aceh, Muhammad Rafli, menyebutkan bahwa pengiriman ekspor dilakukan melalui Medan sebelum diteruskan ke pasar global, dengan volume berkisar 70 hingga 100 kilogram per minggu.

Proses budidaya kepiting soka dilakukan dengan memelihara bibit hingga mengalami pergantian cangkang. Masa panennya tergolong singkat, yakni sekitar 15 hari dari waktu pemeliharaan awal, dengan hasil panen sekali siklus mencapai 480 kilogram.

Baca Juga :  Laba BSI April 2026 Tumbuh 17,79% Jadi Rp2,8 Triliun, Penyaluran Zakat Terus Meningkat

Rafli, yang mengelola usaha budidaya ini bersama orang tuanya sejak tahun 2012, mencatat produksi bibit yang dibudidayakan mampu menghasilkan sekitar 960 kilogram kepiting soka dalam sebulan. Selain memenuhi permintaan ekspor, kepiting soka dari Meuraxa juga dipasarkan untuk pasar nasional, termasuk pengiriman ke Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa.

Baca Juga :  Perkuat Jejak Global di Arab Saudi, BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang Luar Negeri Untuk Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Indonesia

Dari sisi nilai ekonomi, pembudidaya lainnya, Liza, mengungkapkan bahwa harga jual kepiting soka saat ini cukup menjanjikan dan amat membantu perekonomian warga setempat. Saat ini, kepiting soka dibanderol seharga Rp200 ribu per kilogram. Singkatnya siklus panen setiap 15 hari sekali menjadi nilai tambah tersendiri bagi pendapatan petambak.

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha budidaya sektor perikanan ini. Kepala DPPKP Banda Aceh, Iskandar, menegaskan pihaknya rutin menerjunkan penyuluh perikanan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para petambak.

Baca Juga :  Koperasi Tambang Rakyat dan Polemik Kewenangan Aceh

Pemerintah juga membuka ruang bagi para pembudidaya untuk mengajukan bantuan bibit maupun sarana pendukung lainnya. Berdasarkan ketentuan hibah yang berlaku, pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui proposal yang disusun oleh kelompok petambak yang memiliki kelembagaan resmi atau yayasan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Action Mobile Bank Aceh Semua Lebih Mudah

Aceh Besar

Jelang Ramadhan, Wagub Aceh dan Plt Sekda Aceh Besar Pastikan Stok Beras Aman

Ekbis

Bank Aceh Sukses Tutup Rangkaian Kegiatan Gampong Ramadhan in Action

Ekbis

Update Harga BBM Pertamina per 25 April 2026: Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian Lanjutan

Ekbis

Satpol PP dan WH Aceh Besar Pantau Pasar Tradisional di Lambaro

Ekbis

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),Desak Pemerintah Pusat Percepat Alih Kelola Migas Aceh

Ekbis

Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

Daerah

Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram