Banda Aceh — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan setempat bertekad mewujudkan provinsi tersebut menjadi pelopor penguatan pengajaran sains berbasis Al-Qur’an melalui peningkatan kemampuan guru mata pelajaran terkait.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa penguatan pembelajaran ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Gubernur Aceh, yaitu Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.
Langkah Implementasi dan Sasaran Program
Sebagai upaya awal, Dinas Pendidikan Aceh memberikan pelatihan penajaman pembelajaran sains berbasis Al-Qur’an kepada para guru mata pelajaran IPA di sejumlah SMA dan SMK di Banda Aceh.
Melalui program ini, pemerintah daerah ingin memfasilitasi guru dan siswa untuk menggali kembali keterkaitan erat antara Islam dan ilmu pengetahuan.
“Islam tidak bertentangan dengan sains, dan ilmu pengetahuan modern juga merupakan bagian dari apa yang dikembangkan oleh intelektual-intelektual Muslim pada abad pertengahan yang kemudian digunakan oleh dunia Barat hari ini,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Rabu.
Dampak terhadap Pemahaman dan Keimanan Siswa
Menurut Murthalamuddin, pendekatan ini akan mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan keimanan mereka.
- Integrasi Fenomena Alam: Banyak fenomena ilmiah yang dapat dikaji dan dikembangkan melalui pendekatan Al-Qur’an sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
- Pembuktian Sejarah Keilmuan: Membuktikan kepada siswa bahwa teori-teori sains telah dibicarakan dalam Islam, serta pernah diteliti dan ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim.
Memanfaatkan Potensi Daerah
Dengan memanfaatkan kekayaan sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai keislaman yang kuat, Aceh bertekad menjadi pionir pengembangan pembelajaran sains berbasis Al-Qur’an di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Al-Qur’an ini merupakan upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan sistematis tanpa mengesampingkan metode pembelajaran yang telah berjalan selama ini.
Editor: Redaksi










