Home / Ekonomi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Dorong Ekonomi Aceh ke Pasar Global, Bank Aceh Matangkan Persiapan Status Bank Devisas

REDAKSI

Bank Aceh Syariah (BAS) memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan diri menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Gedung LPPI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Bank Aceh Syariah (BAS) memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan diri menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Gedung LPPI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Jakarta – PT Bank Aceh Syariah memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan diri menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Gedung LPPI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Aceh untuk mempercepat kesiapan perusahaan dalam mengembangkan layanan perbankan devisa.

Hal itu sekaligus memastikan berbagai aspek pendukung dapat dipersiapkan secara komprehensif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Aceh dan LPPI membahas sejumlah aspek strategis yang diperlukan dalam mempersiapkan Bank Aceh menuju bank devisa, antara lain penguatan sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, kesiapan sistem dan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi organisasi.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan bahwa persiapan menjadi bank devisa merupakan salah satu agenda strategis Bank Aceh dalam meningkatkan kapasitas perusahaan dan memperluas layanan kepada masyarakat serta dunia usaha.

Menjadi bank devisa kata Fadhil, bukan sekadar menambah jenis layanan, tetapi merupakan bagian dari transformasi Bank Aceh untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga :  Solusi Bangun Andalas Santuni 200 Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung

“Nah, karena itu, proses persiapannya harus dilakukan secara serius, terukur, dan memenuhi seluruh aspek yang dipersyaratkan,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, kerja sama dengan LPPI diharapkan dapat membantu Bank Aceh memperkuat kesiapan internal, khususnya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Selain itu juga penguatan proses bisnis, serta peningkatan kapasitas organisasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan aktivitas devisa.

“Kami ingin memastikan seluruh fondasi pendukungnya benar-benar siap, mulai dari SDM, sistem, proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, hingga tata kelola. Dengan persiapan yang baik, pengembangan bisnis dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pembahasan tersebut juga mencakup pentingnya kesiapan lintas fungsi dalam pengembangan bisnis devisa, baik dari sisi treasury, bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, operasional, maupun sumber daya manusia.

“Penguatan kompetensi dan kesiapan organisasi ini menjadi bagian penting dalam roadmap Bank Aceh menuju bank devisa,” kata Fadhil.

Bagi Bank Aceh, pengembangan layanan devisa memiliki arti strategis dalam memperkuat peran perusahaan dalam mendukung perekonomian Aceh.

Baca Juga :  Bank Aceh Syariah KCU Serahkan Zakat Rp400 Juta ke Baitul Mal Kota Banda Aceh

Dengan semakin berkembangnya aktivitas perdagangan, investasi, dan dunia usaha, keberadaan layanan perbankan devisa diharapkan dapat memberikan alternatif layanan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi Aceh dengan pasar nasional maupun internasional serta membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas bagi Bank Aceh.

Fadhil Ilyas menegaskan bahwa proses menuju bank devisa akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, kepatuhan terhadap ketentuan regulator, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Targetnya bukan hanya mendapatkan status sebagai bank devisa, tetapi bagaimana nantinya layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh. Karena itu, kesiapan menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Menjadi Bank Aceh semakin sehat, modern, adaptif, dan kompetitif

Pertemuan dengan LPPI sekaligus menjadi momentum bagi Bank Aceh untuk memperoleh perspektif dan masukan dalam menyusun langkah persiapan secara lebih terarah.

Baca Juga :  Ketua PKK Aceh Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Gampong Crueng, Pidie

Pengalaman dan kompetensi LPPI di bidang pengembangan perbankan diharapkan dapat mendukung Bank Aceh dalam memperkuat kapasitas internal perusahaan.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda transformasi Bank Aceh untuk menjadi bank yang semakin sehat, modern, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat.

Ke depan, Bank Aceh akan terus melakukan penguatan internal serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan persiapan menuju bank devisa dapat berjalan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pertemuan tersebut dihadiri dari pihak LPPI, yaitu Achmad Fauzi (Direktur LPPI), Hastari Andriyani (Kepala Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah), serta Muhammad Aang Sopian (Staf Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah) beserta staf.

Sementara dari Bank Aceh, hadir Fadhil Ilyas (Direktur Utama), Erwin Konadi (Direktur Bisnis), Budi Kafrawi (Pemimpin Divisi Treasury), Taufik Saleh (Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial), Deddy Nofendy (Kepala Bidang International Banking), serta Miftahuddin (Kepala Bidang Divisi Umum)..(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Ekonomi

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?

Ekonomi

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

Ekonomi

Bank Aceh Aktif Salurkan Bantuan selama Bulan Ramadhan

Ekonomi

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Ekonomi

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Ekonomi

Bank Aceh Serahkan Dividen Rp1,8 Miliar dan Zakat Rp400 Juta ke Pemkab Aceh Tenggara