Home / Sosial

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:57 WIB

RPH Jumpa Petakan Lahan Terbuka di Hutan Produksi Bireuen

REDAKSI

Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Jumpa akan mendata seluruh pembukaan lahan baru di kawasan hutan produksi Kabupaten Bireuen untuk menginventarisasi titik perambahan dan mempermudah pencegahan.

Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Jumpa akan mendata seluruh pembukaan lahan baru di kawasan hutan produksi Kabupaten Bireuen untuk menginventarisasi titik perambahan dan mempermudah pencegahan.

BIREUEN — Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Jumpa bakal mendata seluruh pembukaan lahan baru di kawasan hutan produksi Kabupaten Bireuen. Langkah ini diambil guna menginventarisasi titik perambahan sekaligus mempermudah upaya pencegahan dan penindakan.

Kepala RPH Jumpa, Indra, menyampaikan hal tersebut di sela patroli bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Aceh dan Unit Tipiter Polres Bireuen di kawasan hutan produksi Desa Garap, Kecamatan Peulimbang, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga :  Haji Uma dan Perantau Aceh di Malaysia Galang Rp12,9 Juta untuk Pulangkan Warga Aceh Timur yang Sakit

“Kita akan melakukan pendataan lahan baru terlebih dahulu untuk menginventarisasi titik-titik pembukaan lahan hutan. Ini dilakukan untuk mengetahui dan memudahkan proses pencegahan terhadap pembukaan lahan baru yang sudah terjadi,” ujar Indra.

Patroli yang melibatkan 10 personel gabungan ini digelar untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan perambahan hutan produksi dalam beberapa hari terakhir.

Mengenai pelaku pembukaan lahan, Indra mengaku belum bisa memastikan apakah berasal dari warga lokal atau pihak luar. Karena itu, pendataan lapangan menjadi krusial untuk memetakan sebaran lokasi perambahan.

Baca Juga :  Anggota DPRA Khalid Salurkan Gaji Pokok untuk 1.000 Anak Yatim/Piatu di Pidie dan Pidie Jaya

Di lokasi, petugas mendapati sejumlah area hutan produksi telah dibuka dan sempat bertemu dengan seorang warga di salah satu titik.

Indra menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kepala KPH Wilayah V Aceh, Anbiya. Pendataan difokuskan untuk mengukur luas area terambah dan menahan laju kerusakan agar tidak kian meluas.

Baca Juga :  Tim Kesehatan Gabungan TNI Relawan beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban banjir di Bener Meriah

“Patroli ini dilakukan untuk pendataan dan inventarisasi berapa banyak lahan yang telah dirambah serta sebagai upaya pencegahan dan penegakan agar perambahan tidak berlanjut,” tuturnya.

Meski tidak menemukan alat berat maupun perambah di lokasi—hanya mendapati jejak alat berat dan area yang sudah ditinggalkan—tim akan terus mengawasi kawasan tersebut.

“Saat kami datang, lahan-lahan yang telah dibuka sudah kosong dan ditinggalkan perambah,” pungkas Indra.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Polri

Ditbinmas Polda Aceh Salurkan 1,5 Ton Beras Murah untuk Masyarakat

Aceh Besar

Sabur Kembali Gelar Sunat Massal Gratis di Montasik 

Polri

Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Aceh

Duka di Panti Geunaseh Sayang: Dinsos Aceh Sigap Urus Pemakaman Warga Lansia

Polri

Momen Hari Bhayangkara, Polres Aceh Utara Salurkan Air Bersih Gratis untuk Warga Pesisir

Polri

Bhayangkari Aspol Punge Galakkan Masakan Bubur Asyura

Aceh

Tim Kesehatan Gabungan TNI Relawan beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban banjir di Bener Meriah

Sosial

Jum’at berkah, Kodam Iskandar Muda bagikan 166 Paket Makan gratis bagi Warga