ACEH TIMUR – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) 2026 di Kabupaten Aceh Timur dikemas berbeda. Tidak sekadar diisi seremoni, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memanfaatkan momentum ini untuk menggalakkan gerakan penghijauan dengan menargetkan penanaman 10.000 pohon di kawasan yang pernah terdampak bencana banjir.
Gerakan tersebut diluncurkan secara simbolis di Lapangan Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (2/9/2026), bersamaan dengan puncak peringatan Hardikda.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjelaskan bahwa konsep penghijauan ini sengaja diusung guna mendorong pemulihan ekosistem di daerah-daerah yang rawan dan pernah dilanda banjir.
“Sebanyak 10.000 pohon ditanam untuk kepentingan penghijauan di daerah bekas banjir di Aceh Timur. Secara simbolis gerakan ini dimulai di Kecamatan Ranto Peureulak,” ujar Al-Farlaky.
Penanaman ini mengusung konsep Gerakan Satu Guru, Satu Pohon yang melibatkan jajaran pendidik dan dinas terkait. Melalui skema ini, para guru diharapkan dapat memberikan teladan nyata bagi para siswa agar kesadaran menjaga alam dapat ditanamkan sejak dini.
“Pendidikan di Aceh Timur harus menjadi benteng moral, ilmu pengetahuan, serta memiliki kesadaran ekologis,” tambahnya.
Selain aksi peduli lingkungan, Pemkab Aceh Timur juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah guru dan siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di pelbagai bidang.
Melalui integrasi program penghijauan dan apresiasi insan pendidikan ini, Pemkab Aceh Timur berharap momentum Hardikda tidak cuma menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus memacu semangat berprestasi di dunia pendidikan.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









