LANGSA – Seluruh wilayah Kota Langsa beserta sekitarnya mengalami pemadaman listrik total sejak Sabtu (5/9/2026) pagi. Kondisi ini melumpuhkan berbagai aktivitas harian masyarakat serta mengganggu interkoneksi jaringan komunikasi di daerah tersebut.
Dampak mati lampu ini dirasakan langsung oleh warga setempat, salah satunya Rahmi (35), seorang ibu rumah tangga di Langsa. Ia mengeluhkan terhambatnya pekerjaan rumah tangga akibat pompa air yang tidak dapat beroperasi.
“Listrik padam sejak pagi, jadi tidak bisa menarik air untuk mencuci pakaian. Mau memasak juga terganggu karena air tidak bisa dipompa,” ujar Rahmi.
Berdasarkan pantauan media di sejumlah titik, pemadaman listrik turut melumpuhkan berbagai unit usaha serta sektor aktivitas warga yang bergantung penuh pada pasokan daya listrik.
Pihak PT PLN (Persero) UP3 Langsa menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya pemeliharaan tahunan dan penguatan jaringan distribusi listrik 20 kV. Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan durasi penyesuaian tergantung kondisi teknis di lapangan.
Adapun pemadaman ini mencakup wilayah yang luas, meliputi:
Kota Langsa: Kecamatan Langsa Kota, Langsa Baro, Langsa Barat, Langsa Timur, dan Langsa Lama.
Kabupaten Aceh Timur: Kecamatan Rantau Seulamat, Birem Bayeun, dan Simpang Jernih.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Langsa Kota, Bian Wahyudi, membenarkan bahwa pemadaman berskala menyeluruh ini bersumber dari pekerjaan rutin di fasilitas utama.
“Padam karena ada pemeliharaan tahunan Gardu Induk Alur Dua,” jelas Bian.
Terkait proses pemulihan, pihak PLN memproyeksikan aliran listrik dapat kembali normal secara bertahap pada sore hari.
“Kemungkinan jam empat sore, jika HAR-nya cepat selesai bisa lebih cepat,” pungkas Bian.
Menghadapi situasi ini, PLN mengimbau kepada para pelanggan yang mengoperasikan generator set (genset) mandiri untuk memastikan instalasi genset terpisah sepenuhnya dari instalasi listrik PLN guna menjaga keselamatan teknis. Pihak PLN juga menegaskan tegangan listrik akan segera dinormalkan kembali begitu seluruh tahapan pemeliharaan selesai dilakukan.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









