ACEH UTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh memprakirakan cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara selama tiga hari ke depan. Kondisi tersebut memicu potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik, Sabtu (5/9/2026).
Prakirawan BMKG Malikussaleh, Kharendra Muiz, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hingga menjelang sore hari didominasi cerah berawan. Namun, memasuki malam hari, potensi hujan deras diprediksi terjadi, terutama di kawasan Aceh Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bener Meriah.
Berdasarkan data BMKG, suhu udara maksimum di Aceh Utara berkisar antara 32,5 hingga 33,8 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 2 hingga 16 kilometer per jam. Sementara itu, ketinggian gelombang laut di wilayah pesisir diperkirakan berkisar 0,1 hingga 0,5 meter, dan mencapai 0,4 hingga 1,0 meter pada jarak 20 kilometer dari lepas pantai.
Meski potensi banjir dan tanah longsor tergolong kecil, Muiz mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, khususnya di area aliran sungai yang mengalami pemangkalan atau kerusakan akibat material banjir tahun lalu karena rawan meluap.
Pemicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi secara mendadak pada sore hingga malam hari ini disebabkan oleh pemanasan intensif pada siang hari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika berkendara di tengah cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









