Home / Peristiwa

Minggu, 13 September 2026 - 10:15 WIB

Warga Aceh Singkil Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Sungai Lae Cinendang

REDAKSI

Nardin Royan (21), warga Desa Tanah Bara, Gunung Meriah, Aceh Singkil, ditemukan meninggal dunia di Sungai Lae Cinendang, Sabtu 12/9/2026 sekitar pukul 20.35 WIB.

Nardin Royan (21), warga Desa Tanah Bara, Gunung Meriah, Aceh Singkil, ditemukan meninggal dunia di Sungai Lae Cinendang, Sabtu 12/9/2026 sekitar pukul 20.35 WIB.

ACEH SINGKIL — Nardin Royan (21), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Lae Cinendang pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah proses pencarian berlangsung selama kurang lebih dua jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Gunung Meriah, IPTU Mizan, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi. Menurutnya, korban sempat berenang menjauh, kembali mendekat, lalu menjauh lagi sebelum akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Gedung DPRA Terbakar, Api Berkobar di Ruang Humas dan Sekretariat

“Jadi dia berenang menjauh, kembali mendekat, menjauh lagi, tiba-tiba enggak balik lagi,” ujar IPTU Mizan.

Saat peristiwa itu terjadi, korban diketahui sedang berenang bersama seorang rekannya di sungai yang memang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mandi. Rekan korban yang panik melihat kejadian tersebut langsung meminta pertolongan kepada warga setempat.

Mendapat laporan tersebut, warga bersama petugas gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Aceh Singkil, BPBD Aceh Singkil, dan Unit Siaga SAR Aceh Singkil langsung bergerak melakukan pencarian.

Baca Juga :  Toyota Fortuner Terbakar di Tengah Kemacetan Jalan Residence Danubroto Banda Aceh

Korban berhasil ditemukan pada pukul 20.35 WIB, berjarak sekitar 10 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam. Petugas bersama warga kemudian segera mengevakuasi jasad korban dari dalam sungai. Usai dievakuasi, jenazah Nardin langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kendala Komunikasi Saat Kejadian

Dalam proses penanganan awal, aparatur desa setempat sempat mengalami kesulitan dalam menghubungi pihak berwenang lantaran peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu Magrib.

Baca Juga :  Kualitas Proyek Dipertanyakan, Kerusakan Huntara di Aceh Utara Picu Desakan Evaluasi

Sejumlah nomor telepon genggam milik petugas BPBD dan Tim SAR dilaporkan tidak dapat dihubungi. Kendala komunikasi ini bahkan sempat dibagikan oleh aparatur desa melalui akun media sosial Facebook milik pribadinya.

Meski sempat terkendala masalah komunikasi, peristiwa tersebut berhasil menarik perhatian warga yang dengan sigap ikut membantu proses pencarian bersama tim gabungan hingga korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar dua jam setelah dilaporkan tenggelam.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Truk Pengangkut Dexlite Terbalik di Jalan Meulaboh-Tutut Akibat Jalan Berlubang

Parlementarial

Anggota DPRA Minta Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Ditertibkan dan Segera di Selesaikan

Daerah

Warga Aceh Timur Geger, Temukan Rembesan Solar Muncul dari Perut Bumi Usai Banjir

Peristiwa

DPKP Banda Aceh Evakuasi Sarang Tawon di Cot Mesjid Usai Laporan ke 0651-113

Daerah

Polres Aceh Tenggara Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Sungai Alas

Daerah

Bayi Merah Ditemukan Terlantar di Kardus Pinggir Jalan Pidie, Dikerumuni Semut Hidup-Hidup

Peristiwa

Kecelakaan Maut di Tol Sibanceh: Istri Anggota DPRA Tgk Anwar Ramli Meninggal Dunia

Peristiwa

Polsek Torgamba Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat di Pekanbaru; Menantu Tikam Mertua Saat Sholat Shubuh