Home / Peristiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:03 WIB

Kualitas Proyek Dipertanyakan, Kerusakan Huntara di Aceh Utara Picu Desakan Evaluasi

REDAKSI

Dampak kerusakan pada salah satu unit Hunian Sementara (Huntara) di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pascahujan dan angin kencang, Selasa (2/6/2026). Peristiwa ini memicu sorotan publik terkait kualitas konstruksi bangunan pascabencana tersebut.

Dampak kerusakan pada salah satu unit Hunian Sementara (Huntara) di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pascahujan dan angin kencang, Selasa (2/6/2026). Peristiwa ini memicu sorotan publik terkait kualitas konstruksi bangunan pascabencana tersebut.

Lhoksukon – Kerusakan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang dipicu oleh hujan dan angin kencang pada Selasa (2/6/2026), memicu sorotan tajam. Bangunan yang dibangun sebagai tempat berlindung bagi korban bencana tersebut justru rusak oleh kondisi cuaca yang relatif lazim terjadi di wilayah Aceh.

​Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik serta memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi, perencanaan, pengawasan proyek, hingga efektivitas penggunaan anggaran pemulihan pascabencana yang bersumber dari dana publik.

Sorotan Terhadap Ketahanan Bangunan dan Anggaran

Baca Juga :  Kecelakaan Tunggal di Aceh Timur, Mobil Toyota Hiace Menabrak Pohon 1 Tewas dan 12 Luka-luka

​Sejumlah kalangan menilai insiden ini harus menjadi bahan evaluasi yang serius bagi pemerintah dan pihak terkait. Pasalnya, anggaran kebencanaan semestinya menghasilkan hunian yang aman, layak, dan mampu bertahan dalam jangka panjang demi kenyamanan warga terdampak.

​”Apabila bangunan mengalami kerusakan dalam waktu singkat, maka wajar apabila muncul pertanyaan mengenai kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek,” tulis laporan tersebut.

Solusi Rumah Tumbuh Berbasis Kearifan Lokal

​Di tengah kritik tersebut, pendekatan berbasis kearifan lokal yang pernah diterapkan oleh lembaga kemanusiaan seperti Rumah Zakat dan Islamic Relief Indonesia dinilai dapat menjadi alternatif solusi. Kedua lembaga tersebut sebelumnya sukses menerapkan konsep rumah tumbuh berbahan dasar papan.

Baca Juga :  Mobil Terjun ke Laut di Ulee Lheue, Pengemudi Selamat

​Model pendekatan ini memiliki sejumlah keunggulan yang dinilai layak dipertimbangkan untuk proyek mendatang:

​Manfaat Berkelanjutan: Masyarakat tidak hanya mendapatkan hunian sementara, melainkan aset jangka panjang yang bisa dikembangkan.

​Pemberdayaan Masyarakat: Warga lokal dilibatkan sebagai pelaku utama pembangunan, mulai dari penyediaan material lokal hingga menjadi tenaga kerja.

​Pelatihan Pertukangan: Tenaga kerja desa dibekali pelatihan pertukangan terlebih dahulu sebelum terjun ke proyek.

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Warga Boleh Menitipkan Kenderaan di Kantor Polisi

​Dampak Ekonomi: Menciptakan perputaran ekonomi langsung di wilayah yang terdampak bencana.

​Peristiwa di Desa Gedumbak menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan program rehabilitasi pascabencana tidak boleh hanya diukur dari kecepatan pembangunan semata. Kualitas bangunan, keberlanjutan manfaat, serta kemampuan hunian dalam menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat harus menjadi prioritas utama.

​Kini, masyarakat menanti langkah konkret dan evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang agar kelemahan serupa tidak terulang kembali pada program pembangunan hunian korban bencana di masa depan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Warga Lamteumen Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Krueng Barona Jaya Aceh Besar

Aceh Besar

Tim Gabungan Maksimalkan Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Krueng Aceh

Daerah

Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Mencari Kerang di Sungai

Peristiwa

Gempa M 7,6 Guncang Manado dan Sekitarnya: Satu Warga Meninggal Dunia, Tsunami Terdeteksi di Beberapa Titik

Peristiwa

Waspada! Modus Penipuan Catut Nama Ketua PWI Aceh, Begini Kronologinya

Peristiwa

Sungai Meluap, 3 Pendulang Emas Terseret Arus di Mane, Zainunis Belum Ditemukan

Daerah

Bocah 10 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Batee Puteh, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Hingga Malam

Daerah

Banjir Rendam Gampong Julok Rayeuk Utara, 300 KK Terdampak