CALANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan bahwa kasus penyakit malaria di daerah setempat kembali merebak. Lonjakan kasus ini diduga kuat akibat banyaknya aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Ferdian, mengungkapkan data terbaru mengenai perkembangan kasus tersebut di Aceh Jaya, Kamis.
“Jumlah kasus malaria per 22 September sebanyak 76 kasus, terus bertambah kalau kita bandingkan pada Mei hanya 30 dan Juli 56 kasus,” ujar Ferdian.
Peningkatan Aktivitas Tambang Picu Lonjakan Kasus
Ferdian menjelaskan bahwa lonjakan kasus malaria ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas warga di kawasan tambang emas yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya.
Berdasarkan temuan medis, sebagian besar kasus yang terdeteksi saat ini merupakan malaria knowlesi. Jenis penyakit ini merupakan malaria zoonosis—yakni penularan dari hewan ke manusia—yang disebabkan oleh parasit.
“Jenis malaria ini menular dari hewan yang menyebar ke manusia, dan lokusnya kebanyakan dari area pertambangan di dalam hutan,” jelasnya.
Langkah Penanganan dan Koordinasi Lintas Sektor
Sebagai upaya menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Aceh Jaya telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Sosialisasi dan Pembagian Kelambu: Memperkuat sosialisasi serta membagikan kelambu secara langsung kepada para penambang yang jumlahnya kian meningkat.
- Koordinasi Lintas Sektor: Melakukan pertemuan dan advokasi pemeliharaan eliminasi malaria bersama perangkat daerah terkait.
- Pengawasan Kesehatan Diperketat: Perangkat daerah diminta untuk memperketat pengawasan kesehatan di kawasan pertambangan.
- Pelibatan Tokoh Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka adat guna memperkuat edukasi kepada warga serta para pekerja tambang.
- Skrining Massal: Dinas Kesehatan bersama unsur TNI/Polri akan segera melakukan pemeriksaan darah secara massal di pintu masuk kawasan tambang.
- Gotong Royong dan Perlindungan Diri: Pemerintah meminta tokoh masyarakat menggerakkan warga untuk membersihkan sarang nyamuk serta memastikan pekerja menggunakan kelambu sebagai pelindung.
- Pendirian Pos Kesehatan Darurat: Menempatkan pos kesehatan lapangan atau pos satelit darurat guna mempercepat deteksi dini, pemeriksaan, serta pengobatan bagi pasien positif.
Ferdian menekankan bahwa penanganan kasus malaria ini memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh sektor, mengingat kawasan tambang kini menjadi salah satu titik utama kemunculan klaster kasus.
“Kita dari Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus malaria ini,” pungkasnya.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









