Home / Daerah / Kesehatan

Jumat, 25 September 2026 - 10:33 WIB

Kasus Malaria di Aceh Jaya Kembali Merebak, Dinkes Ungkap Penyebab dan Langkah Penanganannya

REDAKSI

Dinkes Aceh Jaya laporkan kasus malaria kembali merebak diduga akibat aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat dalam beberapa bulan terakhir.

Dinkes Aceh Jaya laporkan kasus malaria kembali merebak diduga akibat aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat dalam beberapa bulan terakhir.

CALANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan bahwa kasus penyakit malaria di daerah setempat kembali merebak. Lonjakan kasus ini diduga kuat akibat banyaknya aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Ferdian, mengungkapkan data terbaru mengenai perkembangan kasus tersebut di Aceh Jaya, Kamis.

“Jumlah kasus malaria per 22 September sebanyak 76 kasus, terus bertambah kalau kita bandingkan pada Mei hanya 30 dan Juli 56 kasus,” ujar Ferdian.

Peningkatan Aktivitas Tambang Picu Lonjakan Kasus

Ferdian menjelaskan bahwa lonjakan kasus malaria ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas warga di kawasan tambang emas yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya.

Baca Juga :  Bantuan Presiden Rp1 Miliar di Aceh Singkil Diuangkan, 10.652 KK Terima Dana Meugang

Berdasarkan temuan medis, sebagian besar kasus yang terdeteksi saat ini merupakan malaria knowlesi. Jenis penyakit ini merupakan malaria zoonosis—yakni penularan dari hewan ke manusia—yang disebabkan oleh parasit.

“Jenis malaria ini menular dari hewan yang menyebar ke manusia, dan lokusnya kebanyakan dari area pertambangan di dalam hutan,” jelasnya.

Langkah Penanganan dan Koordinasi Lintas Sektor

Sebagai upaya menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Aceh Jaya telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Sosialisasi dan Pembagian Kelambu: Memperkuat sosialisasi serta membagikan kelambu secara langsung kepada para penambang yang jumlahnya kian meningkat.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Melakukan pertemuan dan advokasi pemeliharaan eliminasi malaria bersama perangkat daerah terkait.
  • Pengawasan Kesehatan Diperketat: Perangkat daerah diminta untuk memperketat pengawasan kesehatan di kawasan pertambangan.
  • Pelibatan Tokoh Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka adat guna memperkuat edukasi kepada warga serta para pekerja tambang.
  • Skrining Massal: Dinas Kesehatan bersama unsur TNI/Polri akan segera melakukan pemeriksaan darah secara massal di pintu masuk kawasan tambang.
  • Gotong Royong dan Perlindungan Diri: Pemerintah meminta tokoh masyarakat menggerakkan warga untuk membersihkan sarang nyamuk serta memastikan pekerja menggunakan kelambu sebagai pelindung.
  • Pendirian Pos Kesehatan Darurat: Menempatkan pos kesehatan lapangan atau pos satelit darurat guna mempercepat deteksi dini, pemeriksaan, serta pengobatan bagi pasien positif.
Baca Juga :  Potensi Wisata Pesisir Abdya Besar, Akses Masih Jadi Kendala

Ferdian menekankan bahwa penanganan kasus malaria ini memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh sektor, mengingat kawasan tambang kini menjadi salah satu titik utama kemunculan klaster kasus.

Baca Juga :  Heroik, Babinsa Kodim 0111/Bireun Evakuasi lansia Pasca Bencana Banjir di Bireuen 

“Kita dari Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus malaria ini,” pungkasnya.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kak Na Antar Bantuan ke Lhok Gunci, Perkampungan yang Berubah Menjadi Sungai

Daerah

Wagub Fadhlullah Resmikan Dapur MBG SPPG Seunuddon di Aceh Utara

Daerah

Kapolda Aceh dan Nasir Djamil Tinjau Posko Layanan Kesehatan Gratis Biddokkes di Pidie Jaya

Daerah

Ruang Lingkup Rayakan 2 Tahun dengan Membangun Semangat dan Solidaritas di RSAN

Daerah

Larang Tenaga Medis Live TikTok saat Jam Kerja, Bupati Aceh Barat Tegaskan Fokus Pelayanan

Daerah

Mualem Lepas 10 Mobil Offroad Bawa Sembako ke Daerah Terisolasi di Gayo Lues

Aceh

Hafidzah Aceh Besar Farrasa Zayyan Lancar Selesaikan Lomba Cabang Tafidz 5 Juz

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf Buka Aceh Ramadhan Festival 2025