LHOKSEUMAWE — Kelompok Tani Ujong Jaya di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, mencatatkan keberhasilan memanen sekitar satu ton jagung pakan ternak dari lahan kelolaan mereka. Selain jagung pakan, kelompok tani ini memproyeksikan panen hingga lima ton dari penanaman sekitar 3.000 batang jagung manis.
Pengembangan komoditas ini merupakan bagian dari program pertanian terintegrasi yang dijalankan bersama PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Arun melalui program CSR Meusara (Meuhase Sabe Nusantara) yang telah memasuki tahun kedua.
Salah seorang petani, Abdullah (60), mengungkapkan bahwa hasil panen tersebut menjadi pendorong semangat bagi para anggota untuk terus memajukan lahan dan meningkatkan produktivitas.
“Alhamdulillah, hasil panen kali ini cukup baik dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian. Kami berharap hasilnya bisa semakin meningkat dan usaha kelompok tani dapat berjalan secara berkelanjutan,” tutur Abdullah pada Jumat (25/9/2026).
Abdullah menambahkan bahwa dukungan sarana operasional sangat membantu dalam pengelolaan lahan. Bertepatan dengan momen panen jagung tersebut, Kelompok Tani Ujong Jaya bersama PLN NP juga melangsungkan penanaman perdana melon jenis Sosweet F1.
Guna mendukung keberlangsungan operasional, PLN NP UP Arun menyalurkan sejumlah bantuan alat pertanian, meliputi satu unit becak motor, mesin pencacah rumput (chopper), gerobak sorong, serta alat penyemprot tanaman. Abdullah menilai program pertanian terintegrasi ini menunjukkan tren positif dalam memperkuat kemandirian ekonomi kelompoknya.
Asman Business Support PLN NP, M. Dimas Mucharomi, menegaskan bahwa program Meusara dirancang agar kelompok tani mampu membangun sistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
“Memasuki tahun kedua, kami melihat perkembangan yang cukup signifikan. Yang paling penting, hasil panen ini sepenuhnya kembali kepada kelompok tani untuk dikelola dan dikembangkan,” jelas Dimas. Hasil penjualan komoditas nantinya dapat diputar kembali sebagai modal pembelian bibit maupun operasional musim tanam berikutnya.
Dimas menguraikan bahwa keunggulan konsep pertanian terintegrasi terletak pada efisiensi seluruh elemen pertanian dan peternakan. Limbah batang jagung pascapanen dapat diolah menggunakan mesin chopper menjadi pakan ternak kambing—baik diberikan langsung maupun melalui proses fermentasi—dengan pendampingan dari penyuluh pertanian Kecamatan Muara Satu.
“Dengan konsep seperti ini, kita berupaya agar tidak ada hasil pertanian yang terbuang. Limbah dari tanaman dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung peternakan, sehingga tercipta sebuah ekosistem usaha yang saling terhubung,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi pengembangan pertanian ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi warga.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan kelompok tani semakin berkembang, semakin mandiri, dan ke depan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut mengembangkan usaha pertanian,” pungkas Faisal.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









