JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan seluruh investasi yang masuk ke Indonesia, termasuk investasi asing, tanpa membeda-bedakan asal investor. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan sejumlah proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Prabowo menyampaikan bahwa langkah menghormati dan mengamankan investasi merupakan bagian penting untuk menjaga hubungan kemitraan dengan para investor.
“Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi, dari mana pun, yang ditanamkan di bumi Indonesia,” ujar Prabowo yang dipantau secara daring.
Ia menambahkan bahwa menjaga hubungan baik dengan para investor adalah demi kepentingan pengembangan industri dan memperbesar kapasitas ekonomi nasional. Bagi Indonesia, menjaga kepercayaan para mitra investasi juga menjadi sebuah masalah kehormatan bangsa.
Perkembangan Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja di IWIP
Komitmen ini ditegaskan di tengah masifnya pengembangan kawasan IWIP. Sejak awal pengembangannya, realisasi investasi di kawasan tersebut telah menembus lebih dari US20 miliar. Pemerintah juga mencatat adanya potensi rencana investasi tambahan sekitar US7 miliar di kawasan tersebut pada masa mendatang.
Pertumbuhan investasi ini berdampak langsung pada lapangan kerja, di mana kawasan IWIP saat ini tercatat telah menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja.
Resmikan 11 Proyek Hilirisasi dan Ekspor Baterai EV Perdana
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meresmikan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP dengan nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Rinciannya mencakup:
- 4 proyek industri yang telah selesai dan resmi beroperasi secara komersial.
- 7 proyek baru yang mulai memasuki tahap pembangunan.
Momen peresmian ini juga ditandai dengan pencapaian bersejarah berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle) dari Indonesia. Prabowo menyebut ekspor ini sebagai bukti nyata keberhasilan strategi hilirisasi berbasis nikel yang dijalankan pemerintah.
“Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” tegas Prabowo.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan










