LHOKSEUMAWE — Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, resmi merotasi dan melantik 23 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe, Jumat (9/10/2026).
Dalam pergeseran posisi tersebut, Yuswardi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG). Posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup kini diisi oleh Bukhari, yang sebelumnya merupakan Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Untuk tingkat jabatan administrator, Mahrul dilantik sebagai Kabag Hukum Setdako, Maskur menjabat Kabid Pengadaan dan Penilaian Kinerja ASN BKPSDM, serta Tri Hariyadi Mulyono menduduki posisi Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdako.
Sejumlah posisi sekretaris dinas dan bidang strategis lainnya juga mengalami perombakan:
- Afriani: Sekretaris DPMG
- Khennita Zulqavia: Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda
- Nelvia Surimeina: Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM
- Fazlurrahman: Kabid Perindustrian Dinas Perindagkop UKM
- Ghufran Nuristan: Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop UKM
- Darwati: Sekcam Muara Dua
- Fauzi: Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud
- Abdul Fathah: Kabid Kebudayaan Disdikbud
- Elfina Zuriani: Sekretaris Dinas Perhubungan
- Hermawan: Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda
- Zulfikar Syarif: Kabid Penataan, Perlindungan, dan Pengelolaan Lingkungan DLH
Selain jajaran pejabat di atas, agenda pelantikan ini turut mencakup rotasi bagi delapan pejabat pengawas.
Usai melantik para pejabat, Wali Kota Sayuti menegaskan agar rotasi jabatan ini dibarengi dengan peningkatan integritas, disiplin, dan efektivitas pelayanan publik. Ia memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan kerja ASN.
“Jangan ada lagi yang ngopi di jam dinas. Fokus pada pelayanan publik dan tuntaskan tugas tepat waktu,” tegas Sayuti.
Sayuti menjelaskan, pergeseran jabatan dilakukan berdasarkan proposal permohonan resmi guna menyesuaikan kualifikasi pejabat dengan kebutuhan organisasi Pemko Lhokseumawe. Ia juga menjadwalkan pelantikan susulan pada bulan depan, di mana ASN yang berminat dapat mengajukan proposal dengan rekomendasi kepala OPD.
Ia memastikan seluruh proses penataan pejabat bersih dari praktik nepotisme maupun pengaruh hubungan kekerabatan.
“Pelantikan pejabat dalam lingkungan Pemko Lhokseumawe tidak pernah ada nepotisme, apalagi unsur kedekatan pribadi. Tidak ada unsur kekerabatan maupun saudara,” pungkasnya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









