Home / Berita

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

REDAKSI

Banda Aceh gelar Didong Jalu Semalam Suntuk malam ini 10/10/2026, pertemukan Klop Kebinet dan Sriwijaya.

Banda Aceh gelar Didong Jalu Semalam Suntuk malam ini 10/10/2026, pertemukan Klop Kebinet dan Sriwijaya.

BANDA ACEH — Panggung budaya di Kota Banda Aceh siap menggelar pertunjukan Didong Jalu Semalam Suntuk pada Sabtu malam (10/10/2026). Pergelaran ini menjadi momen istimewa karena mempertemukan para maestro dan ceh senior dari dua kelompok besar Didong Gayo, yakni Klop Kebinet dari Aceh Tengah dan Klop Sriwijaya dari Bener Meriah.

salah satu magnet utama dalam acara ini adalah kembalinya ceh senior Win Kul dari Klop Kebinet. Setelah sekian lama absen dari tradisi adu syair khas masyarakat Gayo tersebut, Win Kul dipastikan bakal naik panggung kembali untuk menyapa para pencinta seni Didong.

Baca Juga :  Wagub Aceh Buka Bakti Sosial Operasi Katarak di Aceh Utara, Ajak Dunia Usaha Perkuat Kepedulian Sosial

Ketua Panitia, Mahlizar Sabdi, menyampaikan bahwa kembalinya Win Kul akan memberikan daya tarik tersendiri pada pergelaran malam Minggu ini. Pertemuan dua kelompok ini diyakini akan menyuguhkan kombinasi kekuatan syair, kreativitas, serta penyampaian pesan-pesan budaya yang mendalam.

“Didong Jalu kali ini akan makin menarik lantaran ceh senior akan tampil, yakni Win Kul dari Kebinet dan Ali Amran dari Sriwijaya. Mereka akan menunjukkan kekuatan syair pada malam Minggu ini,” ujar Mahlizar, Sabtu (10/10/2026).

Kolaborasi Lintas Generasi

Dalam pergelaran semalam suntuk ini, Klop Kebinet menurunkan ceh Win Kul yang akan didampingi oleh Hendra, sosok idola di kalangan generasi muda. Sementara itu, Klop Didong Sriwijaya diperkuat oleh ceh senior Ali Amran, Nawi Alhas, serta Ceh Zamharira.

Baca Juga :  Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks

Pertemuan kedua klop Didong ini tidak hanya dirancang sebagai ajang adu kepiawaian merangkai syair dan mengolah ritme, tetapi juga berfungsi sebagai ruang perjumpaan lintas generasi demi menjaga keberlanjutan tradisi seni Gayo.

Mahlizar berharap kehadiran para ceh senior dapat memperkaya muatan pesan dalam syair Didong, sekaligus menjadikan seni tradisional ini sebagai media komunikasi yang efektif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Dishub Aceh Besar Tertibkan Lalu Lintas di Lambaro dan Aneuk Galong Selama Ramadhan

“Kita berharap pertemuan ceh senior ini dapat mewarnai penyampaian informasi kepada masyarakat yang dikemas melalui budaya,” tambah Mahlizar.

Pertunjukan Didong Jalu Semalam Suntuk ini diinisiasi oleh gabungan paguyuban masyarakat Gayo di Banda Aceh dan Aceh Besar yang bekerja sama dengan organisasi mahasiswa Gayo. Selain sebagai sarana hiburan, ajang adu syair ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas kebudayaan Gayo serta merawat tradisi Didong agar tetap lestari di kalangan generasi muda.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Aba Junaidi Tekankan Pentingnya Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf dalam Pengajian Rutin di Kota Jantho

Berita

Blackout Sumatera: Bareskrim Polri Terjunkan Tim Khusus Selidiki Penyebab Pemadaman Massal

Berita

Mualem Buka Rakor Penghubung BRA se-Aceh

Berita

Ketua KONI Aceh Besar Tutup Seleksi Pra PORA 2025

Berita

Penjual Gadis asal Aceh Besar Ditangkap Polisi di Pekanbaru

Berita

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Pangdam IM Ziarah ke Kuburan Massal Ulee Lheue

Berita

Haji Uma Minta Proses Hukum Oknum TNI AL Pelaku Pembunuhan di Aceh Utara Secara Transparan

Berita

Pangdam IM Ajak Masyarakat Aceh Tertib Berlalu Lintas