LHOKSEUMAWE — Pemanfaatan limbah hijauan pertanian menjadi pakan silase didorong sebagai salah satu solusi untuk membantu peternak menekan biaya pakan sekaligus menjaga ketersediaan pakan ternak. Upaya tersebut dilakukan PT PLN Nusantara Power Unit Arun melalui pelatihan bagi kelompok tani di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Pelatihan ini melibatkan empat kelompok tani, yakni Poktan Karya Ternak, Poktan Makmu Ternak, Poktan Gata Rakan Lon, dan Poktan Ujong Jaya. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta peternak dalam mengolah limbah hijauan menjadi pakan ternak yang bernilai guna dan memiliki kandungan nutrisi yang baik.
Salah seorang peserta, Zakaria, mengatakan pelatihan tersebut memberinya pengetahuan baru tentang teknik pembuatan silase yang dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
“Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih memahami cara mengolah hijauan menjadi pakan silase yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat dan diharapkan bisa kami terapkan secara mandiri, sehingga membantu peternak dalam mengelola pakan dengan lebih baik,” kata Zakaria, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Penyuluh Pertanian dan Peternakan Kecamatan Muara Satu, Yusran, mengatakan peserta juga mendapatkan pendampingan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknik pengolahan pakan dan penerapannya dalam kegiatan peternakan sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi kelompok tani untuk bertukar pengalaman dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar kelompok tani, sehingga peserta dapat saling bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan pertanian dan peternakan, khususnya dalam penyediaan pakan ternak yang lebih efektif,” ujarnya.
Asisten Manajer Business Support UP Arun, Dimas Mucharomi, menjelaskan pelatihan berlangsung dalam dua tahapan, yakni penyampaian materi teori dan praktik langsung.
Pada sesi teori, peserta mempelajari konsep dasar silase, pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga manfaat silase dalam mendukung ketersediaan pakan ternak.
Selanjutnya, peserta mempraktikkan pembuatan silase mulai dari persiapan dan pencacahan hijauan, pencampuran bahan, hingga proses pengemasan dan penyimpanan.
Dimas mengatakan, limbah hijauan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi untuk diolah menjadi pakan silase yang lebih bernilai guna. Pemanfaatan bahan tersebut diharapkan membantu peternak mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa mendorong masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, PLN Nusantara Power UP Arun berharap petani dan peternak dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri sehingga pemanfaatan limbah pertanian menjadi lebih optimal dan ketersediaan pakan ternak dapat terjaga.***
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









