Banda Aceh – Ikatan Warga Tanah Luas dan Nibong (Iwatan) Kabupaten Aceh Utara menggelar kenduri memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan anak yatim di Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Rasulullah SAW Inspirasi dalam Keluarga, Masyarakat, dan Kehidupan”, kegiatan tersebut diikuti warga yang tergabung dalam Iwatan. Kenduri berlangsung dalam suasana kebersamaan, dengan para peserta duduk bersama menikmati hidangan yang disiapkan untuk peringatan Maulid.
Tokoh Iwatan,Pak Rusdi, dalam kata sambutannya menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kepedulian terhadap sesama serta menjaga adab dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rusdi, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial atau tradisi tahunan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.
Ia juga menekankan bahwa sikap saling menghormati, bertutur kata dengan baik, menjaga sopan santun, serta membantu orang yang membutuhkan merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Kita harus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, peduli kepada sesama, menjaga adab, dan memperlakukan orang lain dengan baik. Jangan sampai peringatan Maulid hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah harus benar-benar kita amalkan,” demikian pesan yang dapat dirumuskan dari penekanan sambutan Pak Rusdi.
Selain kenduri, santunan anak yatim menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Kepedulian terhadap anak yatim diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi dan mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan mereka yang membutuhkan perhatian serta dukungan.
Rusdi berharap kegiatan Maulid yang dilaksanakan keluarga besar Iwatan dapat terus menjaga persaudaraan warga Tanah Luas dan Nibong, baik yang berada di Aceh Utara maupun yang menetap di perantauan.
Melalui kegiatan ini, Iwatan juga diharapkan mampu mempertahankan tradisi keagamaan masyarakat Aceh sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui perilaku nyata, terutama dengan memperbaiki akhlak, menjaga adab, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.(*)
Editor: Dahlan









