BANDA ACEH — Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mursyid Djawas, kembali tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026. Pencapaian ini merupakan kali kedua baginya secara berturut-turut setelah meraih predikat serupa pada tahun 2025.
Pengakuan tersebut memperkuat catatan kontribusi akademisi UIN Ar-Raniry di tingkat internasional, khususnya dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang hukum Islam dan hukum keluarga.
Daftar World’s Top 2% Scientists tersebut disusun berdasarkan indikator bibliometrik yang dikembangkan oleh peneliti Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier. Penilaiannya mencakup kategori dampak ilmiah sepanjang karier maupun dampak sitasi tahunan, antara lain memperhitungkan sitasi karya ilmiah serta dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Relevansi Riset Hukum Islam dan Penguatan Publikasi
Mursyid, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, menilai penelitian di bidang hukum Islam dan hukum keluarga sangat relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer, seperti isu perceraian, kewajiban nafkah anak, hingga kewarisan.
Sebagai Dekan, Mursyid berkomitmen mendukung penguatan kapasitas dosen, mutu publikasi, serta perluasan kolaborasi akademik guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
“Kepemimpinan akademik juga berkaitan dengan upaya membangun lingkungan ilmiah yang produktif, mendorong lahirnya gagasan baru, serta membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian yang berkualitas,” ujar Mursyid, Senin (12/10/2026).
Penguatan publikasi ilmiah di UIN Ar-Raniry juga ditunjukkan oleh perkembangan dua jurnal akademiknya yang telah terindeks Scopus, yaitu:
- Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam (Terindeks Scopus sejak 2020) — Meraih pengakuan sebagai jurnal hukum terbaik di Asia pada 2022.
- El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga (Terindeks Scopus sejak 2024) — Menjadi jurnal teratas di Asia dalam bidang antropologi sejak 2025.
Kontribusi Akademik dan Tanggung Jawab Ilmiah
Selain aktif meneliti dan menulis, Mursyid kerap menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan penulisan artikel serta pengelolaan jurnal di pelbagai perguruan tinggi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan kapasitas publikasi nasional.
Menurutnya, keberhasilan akademisi dari perguruan tinggi daerah menembus daftar ilmuwan berpengaruh dunia membuktikan bahwa jangkauan penelitian ditentukan oleh kualitas karya dan relevansi gagasan, bukan semata-mata lokasi institusi. Namun, ia menegaskan bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir.
“Dalam lingkungan perguruan tinggi Islam, penelitian juga diharapkan mampu menghubungkan kedalaman keilmuan dengan nilai-nilai etika dan kemaslahatan masyarakat. Hasil penelitian perlu dikembangkan agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi turut memperkaya pemikiran dan membantu menjawab persoalan kehidupan,” ungkapnya.
Capaian ini menjadi dorongan bagi penguatan budaya riset di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
“Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi karya ilmiah dan memastikan kontribusi akademik memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur Mursyid.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









