SUBULUSSALAM — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Kota Subulussalam resmi beroperasi pada Senin (10/8/2026). Awal kegiatan tahun ajaran 2026/2027 ini dibuka dengan upacara bendera Merah Putih yang dipimpin oleh Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB). Pada hari yang sama, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi angkatan pertama juga mulai dilaksanakan di gedung Balai Latihan Kerja (BLK).
Usai upacara, Wali Kota HRB bersama Wakil Wali Kota M. Nasir, jajaran Forkopimda, peserta didik, dewan guru, dan wali murid mengikuti pertemuan daring via Zoom Meeting dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Suasana berlangsung penuh semangat saat Mendikdasmen menyapa para siswa SNT Subulussalam.
Peluncuran SNT Kota Subulussalam dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, pemerintah meresmikan 17 SNT yang tersebar di 14 provinsi, di mana Kota Subulussalam menjadi satu-satunya daerah percontohan di wilayah Pulau Sumatera.
Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas hadirnya sekolah berstandar internasional di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan SNT merupakan bentuk komitmen nyata dalam memajukan pendidikan daerah, sehingga seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu.
“Sekolah berstandar internasional hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa, khususnya putra-putri Subulussalam untuk meraih pendidikan terbaik,” ujar Wali Kota HRB.
Ia menambahkan bahwa momen peresmian ini menjadi sejarah penting bagi dunia pendidikan di Subulussalam. Ia pun mengajak seluruh siswa untuk terus memupuk semangat belajar dengan memanfaatkan fasilitas dan program yang telah disiapkan.
Sebagai informasi, SNT merupakan program strategis pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Sekolah ini mengusung model pendidikan modern terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan. Pembelajarannya berfokus pada pendekatan berbasis riset, penguatan karakter, penguasaan teknologi, pengembangan kepemimpinan, literasi digital, kemampuan bahasa asing, serta pembentukan lulusan berdaya saing global.
Perjuangan Lobi ke Pemerintah Pusat
Terpilihnya Kota Subulussalam sebagai lokasi penyelenggara SNT tidak lepas dari kerja keras Wali Kota Haji Rasyid Bancin. Berlatar belakang sebagai pendidik, HRB gencar melakukan lobi ke pemerintah pusat hingga Subulussalam berhasil masuk dalam daftar prioritas nasional.
Kehadiran SNT diproyeksikan menjadi pusat pendidikan regional yang tidak hanya memfasilitasi anak-anak Subulussalam, tetapi juga melayani pelajar dari daerah tetangga seperti Aceh Singkil.
Bagi HRB, memajukan sektor pendidikan merupakan fokus utama pembangunan daerah. Prinsip tersebut terangkum dalam kalimat motivasi yang kerap disampaikannya: “Jika ingin negara ini berjaya hingga akhir zaman, bangunlah pendidikannya.”
Editor: Redaksi









