Home / Peristiwa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Waspada Kabut Asap Karhutla di Lhokseumawe, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker dan Kurangi Aktivitas Luar

REDAKSI

Dinkes Lhokseumawe imbau warga waspada kabut asap Karhutla, Kamis (15/10/2026).

Dinkes Lhokseumawe imbau warga waspada kabut asap Karhutla, Kamis (15/10/2026).

LHOKSEUMAWE – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mulai menyelimuti wilayah Kota Lhokseumawe. Kabut asap ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Ichsan Nanda, menyampaikan bahwa meskipun tingkat kerapatan asap saat ini belum masuk kategori sangat berbahaya, masyarakat diminta tidak meremehkan dampaknya—terutama jika kondisi udara terus memburuk.

“Paparan asap dapat menyebabkan sejumlah gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, hingga memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki penyakit tertentu,” ujar Ichsan Nanda , Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  BPJN Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsor di Jalan Nasional Kutacane–Gayo Lues

Langkah Pencegahan Dampak Kabut Asap

Untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi asap Karhutla, Dinkes Lhokseumawe memberikan sejumlah panduan penting bagi warga:

Batasi Aktivitas di Luar Rumah: Kurangi kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih melanda.

Gunakan Masker Standar: Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker jenis N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik untuk menyaring partikel halus.

Lindungi Area Dalam Rumah: Tutup pintu dan jendela jika asap mulai masuk. Gunakan pembersih udara (air purifier) berfilter HEPA jika tersedia.

Baca Juga :  Puluhan Ternak Unggas di Gampong Tamping Mati Mendadak, Warga Resah Jelang Kenduri Maulid

Hindari Polusi Tambahan: Jangan membakar sampah dan hindari paparan asap rokok di sekitar tempat tinggal.

Pola Hidup Sehat: Jaga konsumsi air putih yang cukup dan istirahat yang teratur (meski demikian, ini tetap harus diimbangi dengan upaya mengurangi paparan asap secara langsung).

Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

Ichsan menyoroti pentingnya perlindungan ekstra bagi kelompok yang paling rentan terhadap paparan polusi udara, meliputi:

  •  Bayi dan anak-anak
  •  Ibu hamil
  •  Lanjut usia (lansia)
  •  Penderita penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung
Baca Juga :  Pagi Ini Mindanao Filipina Berguncang 7,8 SR: Indonesia Masuk Zona Peringatan Tsunami

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau kualitas udara secara berkala melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta selalu memperbarui informasi dari sumber resmi pemerintah.

Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?

Jika warga mulai merasakan keluhan kesehatan akibat kabut asap, Ichsan meminta agar segera mencari pertolongan medis.

“Jika mengalami batuk berat atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Apabila sesak napas terasa berat atau disertai nyeri dada, segera ke instalasi gawat darurat (IGD),” tegasnya.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Puluhan Murid SD dan TK di Simpang Mamplam Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Peristiwa

Belasan Rumah di Bambel Gabungan Aceh Tenggara Hangus Terbakar

Peristiwa

Ibu Rumah Tangga Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai Luan Boya

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Ateuk Pahlawan Kecamatan Baiturrahaman

Peristiwa

Tiga Rumah Terbakar di Meureubo, Satu Warga Meninggal Dunia

Peristiwa

Belum Setahun Pasca Bencana Besar, Longsor Kembali Terjadi di Silih Nara

Peristiwa

Mahasiswa USK Ditemukan Gantung Diri di Asrama, Polisi Lakukan Olah TKP

Daerah

Bayi Merah Ditemukan Terlantar di Kardus Pinggir Jalan Pidie, Dikerumuni Semut Hidup-Hidup