ACEH TENGGARA — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan nasional Kutacane–Gayo Lues, tepatnya di Desa Gurah, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Bencana longsor tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tenggara pada Minggu malam (11/10/2026). Peristiwa ini menyebabkan material kayu dan lumpur menutupi akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kabupaten Gayo Lues.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah Aceh 3.5, Jaya Juliadi, menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan agar arus lalu lintas kendaraan dapat segera kembali normal.
“Satu alat berat sudah kami kerahkan ke Desa Gurah, Kecamatan Ketambe, untuk membersihkan material kayu dan lumpur yang menutupi badan jalan agar bisa dilintasi pengendara roda dua maupun empat kembali,” kata Jaya, Senin (12/10/2026).
Rencana Pengaspalan Jalan dan Keterbatasan Alat Berat
Selain fokus menangani material longsor di Ketambe, pihak BPJN juga telah merencanakan pengaspalan jalan nasional Kutacane–Sumatera Utara di Desa Kuning I yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. Jaya memperkirakan pekerjaan pengaspalan pada ruas jalan tersebut akan dilaksanakan pada November 2026.
Sementara itu, menanggapi permintaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara agar BPJN menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan banjir, Jaya mengakui bahwa pihaknya saat ini masih menghadapi kendala keterbatasan armada.
“Alat berat kita juga terbatas dan saat ini alat kita sedang bekerja untuk membersihkan material longsor di Ketambe,” ujarnya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









