BANDA ACEH — Dalam upaya mengantisipasi dampak negatif dari potensi cuaca ekstrem yang marak terjadi belakangan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar aksi gotong royong massal secara serentak pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan gotong royong ini difokuskan sebagai langkah strategis, preventif, serta bentuk kesiapsiagaan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi.
Aksi pembersihan lingkungan secara besar-besaran ini menyasar tiga titik utama yang menjadi ikon sekaligus pusat aktivitas masyarakat di Banda Aceh, yaitu:
- Kawasan Ikonik Masjid Raya Baiturrahman
- Kawasan Pusat Perdagangan Pasar Al Mahirah Lamdingin
- Kawasan Bersejarah Titik Nol Kilometer Banda Aceh
Penanganan Khusus Saluran Air di Pasar Al Mahirah Lamdingin
Di kawasan Pasar Al Mahirah Lamdingin, aksi pembersihan dilakukan secara intensif. Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh memimpin langsung fokus pembersihan di area ini bersama dukungan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) terkait lainnya.
Aksi nyata tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas DP2KP beserta seluruh jajaran pegawainya. Tanpa canggung, para pegawai turun langsung ke lapangan guna membersihkan sampah dan mengeruk endapan yang berpotensi menyumbat saluran air di sekitar pasar.
Langkah ini diambil untuk memastikan sistem drainase serta sarana-prasarana fasilitas umum di pasar tetap bersih, terawat, dan berfungsi secara optimal saat curah hujan tinggi.
Dukungan Penuh Forkopimda dan Pimpinan Daerah
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini turut menyorot perhatian publik dengan hadirnya para pemangku kepentingan utama di Kota Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan.
Kehadiran para pimpinan daerah ini tidak hanya sekadar untuk melakukan peninjauan, tetapi juga ikut terlibat aktif mengobarkan semangat gotong royong bersama para ASN dan warga yang turun di berbagai lokasi pembersihan.
Melalui aksi nyata dan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus meningkat di tengah masyarakat.
Pemerintah optimistis bahwa pembenahan serta pengerukan sistem drainase di berbagai fasilitas publik ini akan memastikan aliran air tetap lancar saat menghadapi cuaca ekstrem. Pada akhirnya, langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan, kebersihan, serta keselamatan seluruh warga Kota Banda Aceh. [Adv]
Editor: Dahlan









