ACEH TENGGARA – Semangat gotong royong mewarnai pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat bahu-membahu mengangkat dan menyeberangkan material tiang pylon menuju lokasi pembangunan, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan setelah material tiba di lokasi dan menjadi salah satu tahapan penting untuk mendukung kelanjutan pembangunan jembatan yang dinantikan masyarakat.
Dengan mengandalkan kerja sama dan koordinasi, personel TNI bersama warga berupaya memindahkan material berukuran besar itu agar dapat dibawa ke titik pekerjaan.
Serma Alpa Simon Bangun mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, kerja sama antara aparat dan warga diperlukan untuk mendukung kelancaran pembangunan fasilitas yang memiliki peran penting bagi kehidupan sehari-hari.
“Melalui kerja sama dan kebersamaan seperti ini, kita berharap seluruh tahapan pembangunan Jembatan Gantung Perintis dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, saling membantu, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan,” ujarnya.
Dalam proses pemindahan material, Babinsa dan warga bekerja bersama dengan memperhatikan koordinasi serta kehati-hatian. Tiang pylon tersebut merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam pembangunan jembatan gantung, sehingga penanganannya menjadi bagian penting dari tahapan pekerjaan di lapangan.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat, khususnya warga Desa Kuta Ujung, Desa Peranginan, dan wilayah sekitarnya.
Kehadiran jalur penghubung yang memadai nantinya diharapkan mempermudah mobilitas warga, mendukung pengangkutan hasil pertanian, serta membantu masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan dan pelayanan umum.
Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis, keberadaan jembatan memiliki arti penting dalam menunjang kegiatan sosial dan ekonomi. Karena itu, warga berharap pembangunan Jembatan Gantung Perintis dapat berjalan lancar hingga selesai dan segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Selain membantu pekerjaan fisik, keterlibatan Babinsa juga menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan masyarakat. Kebersamaan di lapangan mencerminkan pentingnya partisipasi warga dalam pembangunan sekaligus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial di tingkat desa.
Melalui sinergi Babinsa, masyarakat, dan unsur terkait, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung diharapkan dapat berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.
Jika rampung sesuai rencana, jembatan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardesa serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara.
Penulia: Muhammad Afdha
Editor: Dahlan









