Nagan Raya – Para pengawas sekolah di Kabupaten Nagan Raya menyatakan kesiapannya untuk mendampingi seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP dalam menyukseskan Peraturan Bupati Nagan Raya Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penerapan Jam Nol.
Koordinator Pengawas Sekolah Kabupaten Nagan Raya, Tunario, menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari gerakan kolaborasi demi memastikan program dapat berjalan konsisten, terarah, ramah anak, dan selaras dengan kondisi sekolah. Peran pengawas tidak sekadar memantau, melainkan mendampingi kepala sekolah serta guru dalam merancang kegiatan, menyesuaikan aktivitas dengan usia murid, mengidentifikasi kendala, dan memperbaiki praktik pembelajaran.
Mekanisme dan Tema Kegiatan Jam Nol
Waktu Pelaksanaan: Durasi 15 menit, mulai pukul 07.45 hingga 08.00 WIB sebelum kegiatan belajar-mengajar formal dimulai.
Enam Tema Harian: Upacara bendera, literasi bahasa, numerasi, literasi budaya, literasi religi, serta olahraga dan gotong-royong.
Fleksibilitas: Bentuk kegiatan disesuaikan dengan sarana, budaya, dan kebutuhan sekolah tanpa mengabaikan keselamatan, partisipasi, serta martabat peserta didik.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya, Ardiansyah. Ia menilai pengawas memegang posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan praktik di lapangan.
Menurut Ardiansyah, pemantauan pelaksanaan Jam Nol berfokus pada tiga aspek utama:
1. Patuh: Kegiatan terlaksana sesuai aturan yang berlaku.
2. Bermutu: Siswa terlibat aktif, merasa aman, dihargai, dan mendapat pengalaman yang relevan.
3. Berubah: Terlihat pertumbuhan kebiasaan positif, kedisiplinan, minat baca, nalar, kepedulian, dan semangat gotong-royong.
Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan program ini diukur dari kualitas interaksi, pengalaman siswa, dan konsistensi sekolah. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengawas, kepala sekolah, guru, dan MPD diharapkan mampu menjadikan Jam Nol sebagai gerakan bersama dalam memperkuat karakter serta budaya mutu pendidikan.
Editor: Dahlan











