Home / Nasional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Staf Khusus Menteri Imipas Tinjau Pembinaan dan Layanan di Lapas Lhoknga

REDAKSI

Staf Khusus Menteri Imipas Ahmad Fanani bersama Tenaga Ahli Menteri Imipas Yudho Giri Sucahyo melakukan monitoring dan evaluasi perbaikan tata kelola layanan di Lapas Kelas III Lhoknga, Aceh, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. Lapas Lhoknga

Staf Khusus Menteri Imipas Ahmad Fanani bersama Tenaga Ahli Menteri Imipas Yudho Giri Sucahyo melakukan monitoring dan evaluasi perbaikan tata kelola layanan di Lapas Kelas III Lhoknga, Aceh, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. Lapas Lhoknga

ACEH BESAR – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Ahmad Fanani, bersama Tenaga Ahli Menteri Imipas, Yudho Giri Sucahyo, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) perbaikan tata kelola layanan imigrasi dan pemasyarakatan di wilayah Aceh, Jumat (30/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi agenda terakhir dari rangkaian monitoring yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah satuan kerja di Aceh. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Fanani meninjau secara langsung berbagai program pembinaan kemandirian dan kerohanian warga binaan. Sejumlah kegiatan yang menjadi perhatian meliputi produksi roti, layanan barber, serta program ketahanan pangan.

Tidak hanya melakukan peninjauan, rombongan juga berdialog langsung dengan warga binaan untuk mendengarkan pengalaman dan perkembangan selama menjalani masa pembinaan. Interaksi turut dilakukan bersama para pengunjung guna memperoleh gambaran mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh jajaran Lapas Lhoknga.

Baca Juga :  Gubernur dan Wagub Aceh Dampingi Presiden Tinjau Hunian Sementara Korban Bencana di Aceh Tamiang ‎

Ahmad Fanani menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi secara langsung merupakan langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan pemasyarakatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan benar-benar berjalan dengan baik. Program pembinaan harus memberikan manfaat nyata, membekali warga binaan dengan keterampilan, serta mempersiapkan mereka agar dapat kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Fanani.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi momentum untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di seluruh wilayah Aceh.

Baca Juga :  Kontrol Sore Lapas Labuha, Pastikan Keamanan WBP Tetap Kondusif

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat secara langsung berbagai capaian sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan memastikan seluruh UPT Pemasyarakatan di Aceh memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Staf Khusus serta Tenaga Ahli Menteri Imipas. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami akan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, kerohanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga binaan maupun masyarakat,” tutur Husni.

Baca Juga :  Satgas Yonis 112/DJ Kodam IM Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako di Puncak Jaya

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan exit meeting monitoring dan evaluasi perbaikan tata kelola layanan imigrasi dan pemasyarakatan yang dipusatkan di Lapas Lhoknga.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Aceh.

Penetapan Lapas Lhoknga sebagai lokus terakhir sekaligus tempat pelaksanaan exit meeting menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, meningkatkan kualitas pembinaan, serta menghadirkan pelayanan imigrasi dan pemasyarakatan yang semakin profesional dan PRIMA.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Pangkas Birokrasi, Warga Jakarta Buktikan Urus Sertifikat Tanah Tanpa Calo Aman dan Mudah

Nasional

Buntut Napi Kabur dari Lapas Kutacane, Komisi XIII Akan Benahi Lapas di Aceh

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Gotong Royong dengan Warga, Sambut Hari Natal di Puncak Jaya

Nasional

Prabowo Puji Mualem di SPIEF Rusia: Eks Panglima GAM, Kini Bisa Bersatu

Berita

Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia

Berita

Geger, Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Sajadah di Masjid Gampong Leupe

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda gelar Bakti Sosial di Puncak Jaya

Aceh

Wagub : Bandara SIM Gerbang Pendongkrak Ekonomi Aceh