BANDA ACEH — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, secara tegas menyerukan pengusutan secara menyeluruh, independen, dan transparan atas insiden berdarah yang terjadi di Meunasah Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Tragedi yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) tersebut terjadi saat aparat keamanan melakukan upaya penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang di tengah pelaksanaan kegiatan kenduri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bentrokan di lokasi tak terelakkan hingga mengakibatkan satu warga sipil, Abzalul Rizal (20), warga Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, meninggal dunia. Selain menelan korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah warga masyarakat dan personel TNI mengalami luka-luka.
Dalam keterangan resminya pada Jumat (6/11/2026), Wali Nanggroe menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan pentingnya penanganan hukum yang jujur, terbuka, dan akuntabel demi rasa keadilan masyarakat serta menjaga kondusivitas Aceh.
“Pengusutan secara tuntas dan transparan sangat penting dilakukan agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan secara objektif. Kita tidak ingin insiden seperti ini mencederai semangat perdamaian dan mengganggu ketenteraman masyarakat yang sedang menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan,” tegas Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.
Wali Nanggroe juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat Aceh, khususnya warga Kecamatan Tiro dan Kabupaten Pidie, untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta semua pihak menyerahkan proses penanganan insiden ini kepada mekanisme hukum dan saluran resmi.
Di sisi lain, jajaran lembaga adat dan aparat penegak hukum diharapkan dapat saling berkoordinasi dan mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis dalam menyelesaikan setiap dinamika di lapangan.
Langkah ini dinilai vital agar situasi keamanan di wilayah Pidie dan Aceh secara umum tetap terjaga dengan aman, damai, dan kondusif.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan







