Home / Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 13:41 WIB

SMSI Aceh Besar dan PB IPAR Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak Generasi Kritis di Era Digital

REDAKSI

Peserta bersama pengurus SMSI Aceh Besar, PB IPAR, dan pemateri berfoto bersama usai mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis bertema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026). Foto: (PB IPAR).

Peserta bersama pengurus SMSI Aceh Besar, PB IPAR, dan pemateri berfoto bersama usai mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis bertema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026). Foto: (PB IPAR).

ACEH BESAR – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar berkolaborasi dengan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” tersebut menghadirkan pimpinan perusahaan media Beritamerdeka.net, H. Tarmilin Usman, S.E., M.Si., sebagai pemateri.

Pelatihan ini diikuti kader-kader dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lintas sektor serta organisasi paguyuban di Kabupaten Aceh Besar. Para peserta merupakan delegasi masing-masing organisasi yang ingin meningkatkan kemampuan menulis, memahami dunia jurnalistik, serta memperkuat literasi media di tengah perkembangan teknologi informasi.

Baca Juga :  Masyarakat Aceh Tamiang Demo Kantor Bupati, Pertanyakan Status HGU PT Semadam

Dalam pemaparannya, H. Tarmilin Usman menyampaikan bahwa generasi muda Aceh Besar memiliki potensi besar untuk menjadi jurnalis profesional dan berintegritas. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan komitmen untuk mematuhi regulasi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Menjadi jurnalis itu sebetulnya sangat mudah untuk dijalani dengan benar, asalkan kita konsisten mengikuti aturan-aturan yang ada,” ujar Tarmilin di hadapan puluhan peserta.

Baca Juga :  DPRA Desak PLN Aceh Perbaiki Sistem Komunikasi Pemadaman Listrik

Mantan Ketua PWI Aceh selama dua periode tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga objektivitas dan independensi dalam menyajikan informasi. Menurutnya, seorang jurnalis tidak boleh mencampuradukkan opini maupun sentimen pribadi ke dalam produk jurnalistik.

“Ketika menulis berita, tidak boleh ada unsur kebencian terhadap seseorang sehingga memicu niat buruk yang dituangkan ke dalam teks berita. Berita yang kita buat harus selalu berimbang dan didukung oleh sumber yang jelas serta dapat dibuktikan kebenarannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tarmilin menjelaskan bahwa profesi wartawan bukan sekadar kemampuan menulis, tetapi juga membutuhkan komitmen, keberanian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Baca Juga :  IMAS Desak Pemkab Aceh Selatan Terbitkan Perbup Soal Kejelasan Tugas dan Kewenangan Imum Mukim

Menurutnya, minat yang kuat serta keberanian untuk menyuarakan kebenaran menjadi modal penting bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia jurnalistik, terutama di tengah derasnya arus informasi pada era digital.

Melalui pelatihan ini, SMSI Aceh Besar dan PB IPAR berharap dapat melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang memiliki kemampuan, wawasan, serta integritas dalam memproduksi karya jurnalistik yang sehat, edukatif, dan tepercaya.(*)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Fata Muhammad Hadiri Penganugerahan Doktor Honoris Causa Yusril Ihza Mahendra

Daerah

Percepat Penurunan Stunting, Ini yang Dilakukan Pemkab Aceh Besar

Daerah

Kafilah Aceh Besar Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ XXXVII di Pidie Jaya

Daerah

Lewat Cukur Gratis, Satgas Damai Cartenz Jalin Kedekatan dengan Anak-anak di Lanny Jaya

Daerah

Potensi Wisata Pesisir Abdya Besar, Akses Masih Jadi Kendala

Daerah

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pengamanan Lebaran di Bireuen

Daerah

Sekda Hadiri Reuni Akbar Ulang Tahun ke-44 SMAN 1 Peusangan

Daerah

Gubernur Mualem Hadiri Haul ke-5 Abu Paloh Gadeng di Aceh Utara