Home / Pendidikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:44 WIB

Aceh Jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah 2026, Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu

REDAKSI

Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, meninjau fasilitas baru di SLB YPAC Banda Aceh usai meresmikan rampungnya program revitalisasi sekolah di Aceh, Selasa (23/6/2026).

Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, meninjau fasilitas baru di SLB YPAC Banda Aceh usai meresmikan rampungnya program revitalisasi sekolah di Aceh, Selasa (23/6/2026).

Banda Aceh – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, meresmikan sejumlah sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 di Banda Aceh. Peresmian tersebut dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Banda Aceh, Selasa (23/6).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, serta para kepala sekolah penerima bantuan revitalisasi sekolah dari semua jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas pemerintah pada tahun 2026, terutama bagi sekolah yang terdampak bencana.

“Prioritas kami tahun 2026 adalah revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas kedua adalah sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sedangkan prioritas ketiga adalah sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Siswa SMK Unjuk Jiwa Wirausaha di Car Free Day Banda Aceh

Mendikdasmen mengapresiasi hasil revitalisasi SLB YPAC Banda Aceh yang dinilai telah memberikan wajah baru bagi layanan pendidikan khusus.

“keberadaan fasilitas yang lebih baik diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagaimana amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Untuk memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, pemerintah menerapkan empat pendekatan utama, yakni pengembangan pendidikan inklusif, penguatan layanan Sekolah Luar Biasa (SLB), layanan pendidikan berbasis keluarga, serta layanan pendidikan berbasis komunitas dan masyarakat.

“Setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Guru, Aceh Besar Gelar Diklat Deep Learning Bahasa Asing

Selain pembangunan sarana pendidikan, pemerintah juga memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program percepatan (crash program) bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.

Pemerintah juga menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk Aisyiyah, guna menghadirkan layanan pendidikan berbasis komunitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami kendala akses, transportasi, maupun kondisi ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti mengajak seluruh masyarakat untuk menghapus stigma terhadap anak berkebutuhan khusus dan memberikan dukungan penuh agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Kita tidak boleh memandang sebelah mata anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka harus diterima, didampingi, dan diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi Indonesia yang hebat,” tegasnya.

Baca Juga :  Materi Jaksa Masuk Sekolah Dinilai Sangat Relevan untuk Siswa

Terkait program revitalisasi sekolah di Aceh, Mendikdasmen menyebutkan bahwa hingga saat ini hampir 3.000 sekolah telah atau sedang direvitalisasi. Ia optimistis seluruh proyek revitalisasi sekolah tahun 2026 di Aceh dapat diselesaikan sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026-2027.

Pemerintah berharap revitalisasi tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi peserta didik. Program ini juga sejalan dengan gerakan sekolah asri yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Dengan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree

Pendidikan

Tinjau Sekolah Terdampak Banjir, Komisi X DPR RI Tegaskan Pendidikan Aceh Harus Tetap Berjalan

Pendidikan

Rakor BKK SMK di Buka, Plt. Kadisdik Aceh Dorong SMK Mandiri dan Saling Menghidupi

Pendidikan

Asisten I Tegaskan: Lulusan SMKN 3 Wajib Siap Bersaing, Tak Cukup Sekadar Lulus

Berita

Disdik Aceh Himbau Sekolah Tak Wajibkan Wisuda, Utamakan Pemulihan Ekonomi Orang Tua

Pendidikan

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh

Aceh Besar

SMK PPN Saree Rayakan HUT Ke-58, Ini Penyampaian Kadisdik Aceh

Pendidikan

MAHASISWA LAKSANAKAN SOSIALISASI PRODI KESOS FDK UIN AR-RANIRY BANDA ACEH DI MAN INOVASI ACEH BARAT DAYA