Banda Aceh – Angin kencang serta cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan tujuh unit rumah dan satu rumah toko (ruko) mengalami kerusakan.
“Angin kencang yang melanda Aceh Besar tersebut mengakibatkan atap rumah warga dihempas angin dan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil di Lambaro, Kamis.
Berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops-PB BPBD dari tanggal 4 hingga 6 Agustus, dampak cuaca ekstrem tersebut mencakup kerusakan pada tujuh unit rumah, satu unit ruko, serta munculnya delapan titik lokasi pohon tumbang yang tersebar di delapan kecamatan.
Pihak BPBD Aceh Besar saat ini terus melakukan pemantauan di lapangan dan penanganan secara cepat terhadap berbagai laporan masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan.
“Petugas langsung turun ke lokasi untuk membersihkan pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berada di daerah jalan raya,” jelas Ridwan.
Melihat kondisi cuaca tersebut, BPBD mengimbau seluruh warga untuk terus mewaspadai potensi timbulnya angin kencang berintensitas tinggi yang kerap terjadi secara mendadak pada siang, sore, maupun malam hari.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan angin kencang,” tambahnya.
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan guna menghindari bahaya pohon tumbang, serta mengurangi aktivitas di area terbuka. Warga disarankan tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang rawan roboh demi meminimalkan risiko kecelakaan.
“Jika terjadi kondisi membahayakan segera hubungi BPBD atau layanan kedaruratan di Nomor 08116713113,” pungkas Ridwan Jamil.
Editor: Redaksi









