Banda Aceh — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menggandeng Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) untuk meningkatkan standar keamanan serta mutu produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di wilayah Aceh.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Peraturan Perundangan AMDK yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASPADIN Provinsi Aceh di Banda Aceh, Kamis (20/8/2026).
Sebanyak 40 pelaku usaha AMDK dari berbagai daerah di Aceh menghadiri kegiatan tersebut. Selain BBPOM, acara ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banda Aceh serta Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Aceh.
Pengawasan Ketat di Setiap Titik Kritis Produksi
Perwakilan BBPOM Aceh, Muhibuddin, menekankan pentingnya penerapan sistem keamanan pangan berbasis pengawasan titik kritis (critical control point) di setiap lini pengolahan air minum.
Menurutnya, jaminan mutu air minum tidak bisa ditawar karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat konsumen.
”Keamanan pangan harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan produksi AMDK. Pelaku usaha wajib memahami dan mengendalikan titik-titik kritis proses produksi agar produk yang dihasilkan konsisten memenuhi standar keamanan serta mutu,” ujar Muhibuddin.
Pengendalian ketat sejak pengolahan bahan baku hingga pengemasan dinilai ampuh mencegah potensi kontaminasi bahaya fisik, kimia, maupun mikrobiologi sebelum produk dipasarkan.
Dorong Pertumbuhan Industri Air Minum Aceh
Ketua Umum ASPADIN Pusat, Firman Sukirman, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini. Ia menilai edukasi regulasi secara berkala sangat dibutuhkan agar pelaku usaha lokal memiliki daya saing tinggi dan taat hukum.
”Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengusaha AMDK di Aceh untuk memperjelas pemahaman regulasi. Sinergi dengan regulator sangat krusial untuk menciptakan industri AMDK yang berkualitas dan tepercaya,” jelas Firman.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan asosiasi, industri AMDK di Aceh diharapkan dapat tumbuh lebih sehat, berkelanjutan, serta senantiasa memberikan rasa aman bagi seluruh konsumen.
Editor: Dahlan











