Home / Ekonomi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Harga Cabai Merah Melambung, BI Ungkap Penyebab Inflasi Aceh September 2026

REDAKSI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Agus Chusaini, saat menyampaikan paparan perkembangan inflasi daerah dalam acara Bincang Bareng Media (BBM) di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Agus Chusaini, saat menyampaikan paparan perkembangan inflasi daerah dalam acara Bincang Bareng Media (BBM) di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

BANDA ACEH — Tekanan harga bahan pangan kembali memicu kenaikan angka inflasi di Tanah Rencong. Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Aceh pada September 2026 berada di angka 0,36 persen (mtm) atau menembus 5,03 persen (yoy).

​Lonjakan harga komoditas utama khususnya cabai merah dan daging ayam ras menjadi dalang utama di balik pergerakan angka inflasi tersebut.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, mengungkapkan bahwa minimnya pasokan akibat pasokan lokal yang belum memasuki masa panen serta cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kenaikan harga cabai merah.

Baca Juga :  Aceh Selatan Dapat 4 KNMP Rp15 M, Bupati Mirwan Tekankan Clear and Clean Lahan

​”Kenaikan harga cabai merah dipengaruhi kondisi produksi, khususnya di Aceh Tengah yang masih dalam masa tanam. Selain itu, fenomena El Nino berupa kemarau panjang secara nasional turut menekan produksi dan pasokan pangan,” ujar Agus Chusaini dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), Senin (5/10/2026).

​Tak hanya cabai merah, momentum keagamaan dan biaya produksi penunjang juga ikut mendorong inflasi:

Baca Juga :  BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

​Daging Ayam Ras: Permintaan melonjak drastis seiring maraknya perayaan Maulid Nabi di tengah kenaikan harga pakan ternak.

​Komoditas Pangan Lain: Cabai hijau, ikan tuna, dan semangka turut memberi andil terhadap kenaikan inflasi.

​Peta Inflasi Antarwilayah di Aceh (September 2026):

​Aceh Tengah: 0,59% (Tertinggi)

​Aceh Tamiang: 0,52%

​Kota Lhokseumawe: 0,33%

​Banda Aceh: 0,25%

​Mengingat cabai merah dan bahan pangan pokok kerap berulang menjadi sumber risiko inflasi di Aceh, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh bergerak mengeksekusi sejumlah strategi penanganan dari hilir hingga hulu.

Baca Juga :  PT. Solusi Bangun Andalas jamin pasokakn dan Harga Semen pascabancan di Aceh Aman

​Langkah konkret yang ditempuh meliputi penguatan distribusi bahan pokok (gula pasir, telur ayam ras), peningkatan kapasitas produksi petani lewat bantuan bibit, pupuk, dan mesin pertanian, serta menggalakkan edukasi kampanye Belanja Bijak bijak membeli, memilih, mengonsumsi, dan bertransaksi agar stabilitas harga di masyarakat tetap terjaga.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Dari Kebumen, udang menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi Indonesia

Ekonomi

Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

Ekonomi

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Ekonomi

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Berita

Aceh Selatan Dapat 4 KNMP Rp15 M, Bupati Mirwan Tekankan Clear and Clean Lahan

Aceh

Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

Ekonomi

Dorong Ekonomi dan Kelestarian Hutan, 19 KUPS di Aceh Dapat Pendampingan Program Blended Finance Model

Aceh Besar

Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM