Home / Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026 - 14:32 WIB

BI, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Sarpras Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Redaksi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini bersama Asisten II Sekda Aceh T. Robby Irza dan Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani dan peternak di Aceh Besar sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.(9/3/2026)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini bersama Asisten II Sekda Aceh T. Robby Irza dan Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani dan peternak di Aceh Besar sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.(9/3/2026)

Aceh Besar – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Aceh terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian kepada kelompok tani, kelompok peternak, serta kelompok usaha garam di Kabupaten Aceh Besar.

Program yang digelar pada 5 Maret tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan unggulan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Aceh. Bantuan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat serta mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, bersama Wakil Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten II Sekretaris Daerah Aceh, T. Robby Irza, serta Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para ketua kelompok tani, peternak, dan pelaku usaha garam yang menjadi penerima manfaat program.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, anggota DPRK Aceh Besar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta para perwakilan kelompok penerima bantuan dari berbagai wilayah di Aceh Besar.

Program penguatan sarana dan prasarana ini dinilai sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi sektor pertanian dan peternakan di daerah. Beberapa persoalan utama yang masih dihadapi para pelaku usaha di sektor ini antara lain keterbatasan alat produksi, rendahnya efisiensi usaha tani, hingga tingginya potensi kehilangan hasil pada tahap pascapanen.

Baca Juga :  Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Kabupaten Aceh Besar sendiri dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Dengan luas lahan pertanian yang cukup besar serta jumlah petani yang signifikan, peningkatan sarana produksi menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan hasil dan kesejahteraan petani.

Adapun bantuan yang disalurkan dalam program ini meliputi berbagai peralatan produksi pertanian, alat pengolahan pakan ternak seperti hammermill dan mixer, fasilitas kandang ayam petelur, hingga sarana pendukung bagi kelompok usaha produksi garam. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat rantai pasok pangan lokal.

Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan para petani dan peternak di lapangan.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani dan peternak agar mampu berkembang secara mandiri.

“Hari ini para kelompok tidak hanya hadir sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai penggerak kemajuan Aceh Besar. Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Syukri.

Salah satu kelompok penerima manfaat, yakni Kelompok Ternak Andalan Mandiri, memperoleh dukungan yang memungkinkan mereka meningkatkan kapasitas produksi telur ayam hingga dua kali lipat atau sekitar 100 persen. Selain itu, kelompok ini juga didorong untuk mengembangkan sistem produksi pakan mandiri yang lebih efisien guna menekan biaya operasional peternakan.

Baca Juga :  Komisi III DPRA Panggil Pengusaha BBM, Kejar Pendapatan Aceh dari PBBKB

Melalui pengembangan tersebut, kelompok ternak ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan peternakan ayam petelur di Aceh Besar serta memberikan pembinaan kepada kelompok peternak lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menegaskan bahwa dukungan sarana dan prasarana bagi kelompok tani dan peternak merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga di daerah.

“Sebagai wujud kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kapasitas produksi pangan, Bank Indonesia menyalurkan bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok tani dan peternak. Kami berharap sarpras ini dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjadi model pengembangan klaster pangan yang berdaya saing di Aceh,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia sangat penting dalam mendorong penguatan sektor pangan di Aceh. Dengan potensi besar yang dimiliki, Aceh diharapkan mampu menjadi salah satu sentra produksi pangan regional yang mampu menopang kebutuhan daerah sendiri bahkan memasok wilayah lain.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten II Sekda Aceh, T. Robby Irza. Ia menilai sektor pangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh sehingga penguatan sektor ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Robby berharap program bantuan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Aceh Besar, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di Aceh sehingga pengembangan komoditas pangan dapat berjalan lebih merata.

Baca Juga :  Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi

“Dengan penguatan sektor pangan di berbagai daerah, dampak ekonominya akan semakin luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam rangka memastikan keberlanjutan program, seluruh pihak juga menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut yang bersifat konkret. Di antaranya adalah pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi wilayah, penguatan integrasi program melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemberian pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha, serta perluasan akses pembiayaan bagi kelompok tani dan peternak.

Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui pendekatan edukatif, termasuk penguatan kapasitas manajerial dan teknis bagi kelompok usaha agar mampu mengelola kegiatan produksi secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, akses pembiayaan juga menjadi faktor penting dalam mendukung ekspansi usaha kelompok tani dan peternak sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi secara mandiri di masa depan.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta masyarakat, program penguatan sarana dan prasarana ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan di Aceh.

Penyerahan bantuan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun sektor pangan yang kuat, berdaya saing, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Masyarakat juga dapat memantau berbagai informasi terkait program dan kebijakan yang dijalankan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia_aceh.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Daerah

Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

Ekonomi

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Daerah

Cegah Stunting, Kak Ana Salurkan 5,4 Ton Ikan Segar untuk Warga Lhokseumawe 

Ekonomi

Harga Emas Antam Tembus Rp2,95 Juta per Gram, Kian Dekati Rp3 Juta

Ekonomi

Investasi Emas Syariah Kian Mudah Bersama Layanan Digital BSI

Ekonomi

Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah, Yuk Ramaikan Bhayangkara Run 2025! 

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok Rp100 Ribu, Buyback Turun Tajam Ikuti Kejatuhan Emas Dunia