Home / Aceh

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:34 WIB

BMKG: Curah Hujan di Seluruh Aceh Menurun, Warga Diimbau Hemat Air

Redaksi

Kondisi langit cerah di wilayah Aceh menandai penurunan curah hujan. BMKG mencatat hampir seluruh wilayah Aceh mengalami hujan kategori rendah dan mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air bersih.(24/01/2026).

Kondisi langit cerah di wilayah Aceh menandai penurunan curah hujan. BMKG mencatat hampir seluruh wilayah Aceh mengalami hujan kategori rendah dan mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air bersih.(24/01/2026).

Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat seluruh wilayah Provinsi Aceh saat ini mulai mengalami penurunan curah hujan secara merata. Kondisi tersebut terpantau berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim serta analisis dasarian atau periode 10 hari terakhir.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Aceh, Rizal, menjelaskan bahwa curah hujan di hampir seluruh wilayah Aceh saat ini berada pada kategori rendah. Meskipun secara klimatologis tidak semua daerah telah memasuki musim kemarau, namun intensitas hujan yang terjadi relatif minim.

“Kalau dilihat dari monitoring perkembangan musim terakhir, seluruh wilayah Aceh mengalami curah hujan yang rendah. Berdasarkan beberapa dasarian terakhir, memang hujannya cukup minim,” kata Rizal, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Peringati 21 Tahun Tsunami dan Doa Bersama Korban Banjir-Longsor Aceh

Menurutnya, kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hingga sekitar 10 Februari 2026, curah hujan di Aceh diprediksi tetap berada pada kategori rendah.

Rizal menyebutkan, secara klimatologis sejumlah wilayah di Aceh memang mulai memasuki musim kemarau pertama pada Februari. Wilayah tersebut meliputi kawasan pesisir utara dan timur Aceh, seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, hingga sebagian besar wilayah Aceh Besar.

Baca Juga :  Langkah Inspiratif Guru SMAN 1 Kuala, dari Bireuen ke Yunnan, Gali Ilmu Pendidikan Modern di Negeri Tirai Bambu

“Biasanya memasuki tanggal 1 Februari, wilayah-wilayah tersebut sudah mulai masuk musim kemarau untuk periode kemarau pertama,” ujarnya.

Sementara itu, wilayah lain di Aceh secara klimatologis masih berada dalam periode musim hujan. Namun demikian, berdasarkan pemantauan harian BMKG, intensitas hujan di daerah-daerah tersebut juga terpantau rendah dan tidak signifikan.

BMKG juga mencatat bahwa wilayah Banda Aceh, Kota Sabang, serta sebagian wilayah Aceh Besar secara normal mulai memasuki musim kemarau pada awal Februari. Kondisi ini berpotensi berdampak pada ketersediaan air bersih, terutama jika masyarakat tidak melakukan pengelolaan air dengan bijak.

Baca Juga :  Puncak Perayaan Harhubnas di Aceh, Dishub Anugerahkan Penghargaan kepada Tokoh Transportasi dan Luncurkan Rute Baru Trans Koetaradja

Menghadapi situasi tersebut, BMKG mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, khususnya terkait penggunaan air bersih.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Dengan pengelolaan air yang baik, diharapkan tidak terjadi kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau berlangsung,” pungkas Rizal.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Pemerintah Aceh Peringati 21 Tahun Tsunami dan Doa Bersama Korban Banjir-Longsor Aceh

Aceh

Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Aceh

Disdik Aceh Siapkan Generasi Melek Koding dan AI

Aceh

Kadisdik Aceh Kawal Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan di Aceh Besar

Aceh

Kak Na Ajak Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota Bina Seluruh Perajin

Aceh

Aceh Raih Penghargaan Wirasena 2025 atas Capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024

Aceh

Sekda Aceh Resmikan Alat MRI 1,5 Tesla di RSUD Zainoel Abidin, Perkuat Layanan Diagnostik dan Mutu Kesehatan Masyarakat

Aceh

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah