ACEH TIMUR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mengerahkan tim gabungan untuk menangani musibah kebakaran yang menghanguskan tiga dapur minyak tradisional dan satu unit rumah warga di Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada Kamis dini hari tersebut.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman
Kebakaran pertama kali dilaporkan warga ke pihak BPBD sekitar pukul 00.02 WIB. Menanggapi laporan tersebut, petugas armada pemadam kebakaran langsung meluncur dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB.
Untuk memadamkan kobaran api dan mencegah penyeberangan ke area sekitar, BPBD Aceh Timur mengerahkan enam unit armada pemadam:
- Pos Ranto Peureulak: 2 unit armada (dipimpin Komandan Regu 1, Rizal)
- Pos 2 Peureulak: 2 unit armada
- Pos 1 Idi Rayeuk: 2 unit armada
Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu sekitar 4 jam 15 menit dengan bantuan dari masyarakat serta relawan setempat.
“Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan setelah api berhasil dikendalikan. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” ujar Syahrizal Fauzi.
Kerugian Bangunan dan Penyebab Kebakaran
Musibah ini menghanguskan beberapa bangunan di lokasi kejadian:
- 1 unit rumah warga milik Maimun.
- 3 dapur minyak tradisional (identitas pemilik masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib).
Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Aceh Timur, dugaan awal penyebab kebakaran adalah kebocoran minyak. Meski demikian, kepastian penyebab utama masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Imbauan Kewaspadaan
BPBD Aceh Timur memastikan petugas terus memantau lokasi pasca-pemadaman guna mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan area benar-benar aman. Syahrizal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola bahan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penggunaan dan penyimpanan minyak maupun bahan mudah terbakar. Jika menemukan kebocoran atau kondisi berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan pengamanan dan laporkan kepada petugas,” imbaunya.
Editor: Redaksi










