BLANGKEJEREN — Kebakaran hebat melanda Desa Lukup Baru, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, pada Rabu (26/8/2026) siang. Peristiwa tersebut menghanguskan 11 unit rumah warga serta mengakibatkan dua rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Mayoritas bangunan yang terbuat dari material kayu membuat kobaran api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya. Selain material bangunan yang mudah terbakar, proses pemadaman sempat terkendala oleh akses menuju lokasi yang tidak dapat dilalui armada pemadam berukuran besar.
Melihat kobaran api, warga sekitar berhamburan untuk menyelamatkan anggota keluarga dan menyelamatkan harta benda yang masih bisa dievakuasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gayo Lues, Suprinadi, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 14.24 WIB. Sebanyak 40 personel dan empat unit mobil damkar langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.33 WIB dan segera berupaya memutus penjelahan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api berhasil dikendalikan, dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 16.47 WIB.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ungkap Suprinadi.
Penanganan Bencana dan Penyaluran Bantuan Korban
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini, mengonfirmasi bahwa penanganan awal bagi korban terdampak langsung dilakukan. BPBD telah mendirikan tenda serta membentang terpal sebagai posko darurat sementara.
Kebutuhan pokok logistik juga mulai disalurkan untuk membantu para korban.
- Fasilitas: Tenda dan terpal penampungan sementara.
- Logistik Makanan: Beras, mi instan, sarden, telur, serta konsumsi nasi siap saji untuk makan malam.
BPBD memastikan bantuan lanjutan akan terus disalurkan secara bertahap menyesuaikan hasil pendataan di lapangan. Petugas BPBD disiagakan secara penuh untuk mendampingi para korban pascabencana.
Hingga Rabu malam, tim di lapangan masih mendata jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak serta menghitung total kerugian materi. Penyebab pasti munculnya api saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Editor: Dahlan











