ACEH TENGGARA – Paschujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara menyebabkan tanggul Sungai Lawe Bulan jebol. Luapan air meluap hingga ke badan Jalan Nasional Kutacane–Sumatera Utara, tepatnya di Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I, Asyari, menyatakan bahwa pihak BWS telah mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat.
“Kita sudah kerahkan alat berat untuk menutup beberapa tanggul jebol pascabanjir dan memperbaiki alur sungai,” ujar Asyari, Selasa (13/10/2026).
Langkah Penanganan Darurat dan Rencana Jangka Panjang
Asyari menjelaskan bahwa penanganan jangka pendek difokuskan pada penutupan tanggul-tanggul yang putus akibat banjir serta melakukan normalisasi sungai agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Sementara untuk jangka panjang, pihak BWS Sumatra I sedang dalam proses lelang untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tenggara.
- Fokus Kegiatan Jangka Panjang: Pekerjaan tanggul, pengendalian banjir, normalisasi, dan pembangunan bangunan sabo dam di hulu sungai.
- Skema Kontrak: Multi Years Contract (MYC) untuk tiga tahun anggaran (2026–2028).
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ditetapkan pemenangnya dan segera mulai kerja dengan kontrak MYC tiga tahun anggaran mulai 2026–2028,” tambah Asyari.
Keluhan dan Tuntutan Warga Kecamatan Bambel
Sebelumnya, warga di Kecamatan Bambel meminta BWS I Sumatra untuk tidak “tutup mata” terhadap bencana banjir yang kerap melanda wilayah Aceh Tenggara. Hujan deras yang mengguyur dalam waktu lama terus menyebabkan beberapa tanggul jebol, termasuk tanggul Lawe Bulan, hingga air merendam pemukiman warga dan jalan nasional.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, sejumlah desa terdampak luapan air, salah satunya Desa Bambel Gabungan. Luapan air ke badan Jalan Nasional Kutacane–Sumatera Utara membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas, sehingga pengguna jalan harus mencari jalur alternatif.
Salah seorang warga Kecamatan Bambel, Mutardi, mengungkapkan kekecewaannya karena banjir selalu berulang setiap tahun tanpa ada penanganan jangka panjang yang pasti.
“Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I jangan tutup mata, masyarakat membutuhkan kepastian terkait penanganan jangka panjang. Setiap hujan deras tanggul selalu jebol, jangan ada korban baru kalian sibuk melakukan pencitraan,” tegas Mutardi, Senin (12/10/2026).
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









