BANDA ACEH — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., meminta Pj/Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, untuk mempertimbangkan kebijakan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau sekolah online bagi siswa. Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, di tengah kondisi udara yang kian memburuk akibat paparan kabut asap.
Selain sektor pendidikan, Irwansyah juga menyarankan Pemko Banda Aceh untuk mengatur penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah pencegahan dampak negatif dari penurunan kualitas udara.
Fenomena kabut asap dilaporkan mulai menyelimuti wilayah Banda Aceh secara perlahan sejak Kamis (15/10). Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas harian warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita gangguan pernapasan.
Prioritaskan Kesehatan dan Transparansi Informasi
Irwansyah menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia mendesak pemerintah kota segera mengambil tindakan preventif sebelum dampak kabut asap meluas.
Secara khusus, politisi PKS ini meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh untuk terus memantau indeks kualitas udara dan mempublikasikan perkembangannya secara berkala kepada publik.
“Informasi yang akurat dan terbarukan sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara terkini dan mengambil tindakan perlindungan diri yang sesuai,” ujar Irwansyah.
Imbauan Masker, Pengawasan Harga, dan Kesiapsiagaan Medis
Dalam imbauannya kepada publik, Ketua DPRK meminta warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk selalu mengenakan masker guna meminimalkan paparan asap.
Guna mendukung pencegahan ini, ia meminta Pemko Banda Aceh memantau ketersediaan stok masker di pasaran. Pengawasan ketat juga diperlukan untuk mencegah oknum pedagang menaikkan harga masker secara tidak wajar di tengah situasi darurat.
Di sisi lain, Irwansyah mendorong seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta di Banda Aceh, meningkatkan kesiapsiagaan medis. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien terdampak kabut asap, khususnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









