Banda Aceh — Dinas Sosial Kota Banda Aceh terus mendorong program graduasi mandiri bagi masyarakat miskin melalui pemberdayaan ekonomi berbasis usaha produktif. Program tersebut difokuskan untuk membantu keluarga penerima manfaat keluar dari kelompok desil 1 hingga desil 5 menuju kemandirian ekonomi secara bertahap dan berkelanjutan.
Berbeda dengan bantuan sosial tunai yang bersifat sementara, program ini lebih menitikberatkan pada pemberian peralatan usaha dan dukungan pengembangan ekonomi agar masyarakat memiliki sumber penghasilan mandiri.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Draf. Sukmawati, M.AP mengatakan pendekatan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.
“Kami ingin masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan sosial tunai. Karena itu, program pemberdayaan melalui bantuan peralatan usaha dan pendampingan ekonomi terus diperkuat agar mereka bisa mandiri,” ujar Sukmawati.
Menurutnya, sejumlah masyarakat yang sebelumnya masuk kategori desil rendah kini mulai mampu meningkatkan taraf hidup setelah mendapatkan dukungan usaha produktif dari pemerintah. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan keterampilan penerima manfaat, mulai dari peralatan usaha kuliner, jahit-menjahit, perdagangan kecil, hingga usaha jasa lainnya.
Selain bantuan sarana usaha, penerima program juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sukmawati menjelaskan, konsep graduasi mandiri bertujuan menciptakan transformasi sosial, di mana masyarakat yang sebelumnya bergantung pada bantuan pemerintah dapat beralih menjadi kelompok produktif dan berdaya saing secara ekonomi.
“Keberhasilan graduasi mandiri bukan hanya soal keluar dari data kemiskinan, tetapi bagaimana masyarakat mampu memiliki penghasilan tetap dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” katanya.
Dinas Sosial Banda Aceh juga terus melakukan evaluasi terhadap penerima bantuan sosial agar program pemberdayaan dapat tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap program pemberdayaan ekonomi tersebut mampu melahirkan lebih banyak kisah sukses masyarakat mandiri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.
Editor: Redaksi









