Home / Aceh Besar / Berita

Kamis, 24 April 2025 - 04:50 WIB

DLH Aceh Besar Berikan Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembinaan Bank Sampah di Batalion 117 Ksatria Yudha

REDAKSI

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar, Mulyadi SH, menyampaikan materi pada sosialisasi Pengelolaan Sampah dan pembinaan Bank Sampah di Markas batalion 117, Senin (21/4/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar, Mulyadi SH, menyampaikan materi pada sosialisasi Pengelolaan Sampah dan pembinaan Bank Sampah di Markas batalion 117, Senin (21/4/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

Kota Jantho – Guna mengurangi menjaga lingkungan dan mengolah kembali sampah menjadi barang yang bermanfaat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar bekerja sama dengan Batalion Ksatria 117 Ksatria Yudah, DLH memberikan sosialisasi Pengelolaan Sampah dan pembinaan Bank Sampah.

Kepala DLH, Aceh Besar, Muwardi, SH, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar, Mulyadi SH, mengatakan, sampah secara umum dapat di artikan sebagai bahan buangan yang tidak disenangi dan tidak diinginkan orang, dimana sebagian besar merupakan bahan atau sisa yang sudah tidak dipergunakan lagi dan akan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  Puluhan Wartawan ‘RaKaN MeDia AbEs’ Bertemu dalam Tradisi Buka Puasa Bersama

“Oleh seba itu, untuk menjadikan sampah bermanfaat maka masyarakat harus tau tiga langkah penglolaan sampah rumah tangga yaitu, . Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Ulang) dan Recycle (Mendaur Ulang),” katanya.

Ia mengatakan, Reduce itu berarti, mengurangi penggunaan barang yang bisa menjadi sampah, terutama yang sulit terurai seperti plastik.

“Contoh, membawa tas belanja sendiri, memilih produk dengan sedikit kemasan. Sementara Reuse, menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai untuk mengurangi sampah.

Baca Juga :  Gelar Open House, Bupati Aceh Besar Apresiasi Kehadiran Masyarakat

seperti menggunakan botol kaca bekas sebagai vas bunga, atau menggunakan baju lama untuk lap,” terangnya.

Mulyadi mengatakan, disebut dengan recycle, itu berarti memanfaatkan, kembali seperti mengubah botol plastik menjadi kerajinan tangan atau tempat pensil. Maka untuk mengurangi volume sampah rumah tangga, butuh kesadaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Peran penting yang dapat dilakukan tiap rumah tangga dalam pengelolaan sampah ialah, melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenis. Masyarakat tidak membuang limbah cair ke parit langsung atau gorong-gorong. Serta mngelola sampah organik menjadi kompos.

“Bila sampah tidak dikelola dan hanya langsung dibuang ke lingkungan maka akan mengurangi nilai kebersihan dan keindahan, mengurangi kenyamanan, menjadi media penularan penyakit (lalat, tikus, nyamuk, kecoa), menurunkan kualitas lingkungan (pencemaran udara, pencemaran tanah dan sumber air), dampak polutan B3,” teang Mulyadi.

Baca Juga :  Tak Lulus PPPK, Seratusan Lebih Tenaga Kontrak Geruduk DPRA

Maka dari itu, butuh perubahan mindset masyarakat terhadap sampah untuk menjadi nilai tambah ekonomi.

“Mengubah pola pikir bahwa sampah bukan lagi “sampah” yang tidak bermanfaat, mengelola sampah sama dengan investasi terutama kesehatan, mengelola sampah itu sederhana dan mudah. Maka dari itu kita perlu melakukan 3R,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Ayun Rivani Terpilih Sebagai Ketua Takraw Kabupaten Aceh Besar Periode 2025 – 2029

Berita

Wagub Fadhlullah Terima Silaturahmi Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh 

Berita

Bupati Syech Muharram Peusijuek 425 Jamaah Calon Haji Aceh Besar

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Serahkan LLID Tahun 2024 ke Komisi Informasi Aceh

Berita

Gubernur Muzakir Manaf Serahkan SK 5.789 PPPK Formasi 2024 Tahap 1 Pemerintah Aceh 

Berita

Plt Sekda Aceh: BRA harus Hadir sebagai Pemberi Solusi

Aceh Besar

Aceh Besar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2025 

Aceh Besar

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Hadiri dan Terima Penghargaan ODF SBS dari Pemerintah Aceh