Home / Politik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Gerindra Kritik Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran Versi Celios: Tidak Objektif dan Mendramatisasi

REDAKSI

Gerindra kritik laporan Celios 2 tahun Prabowo-Gibran, Selasa (13/10/2026). Jubir Sugiat Santoso nilai klaim 75% responden stres tidak objektif dan dramatisasi.

Gerindra kritik laporan Celios 2 tahun Prabowo-Gibran, Selasa (13/10/2026). Jubir Sugiat Santoso nilai klaim 75% responden stres tidak objektif dan dramatisasi.

JAKARTA — Partai Gerindra mengkritik laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (Celios). Gerindra menilai laporan tersebut tidak objektif dan memuat tuduhan tanpa bukti terkait dampak kebijakan pemerintah terhadap masyarakat.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang diambil pemerintah berorientasi pada penyelamatan fondasi keuangan negara dalam jangka panjang.

“Dinamika penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang ditempuh pemerintah semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan fondasi keuangan jangka panjang negara,” kata Sugiat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Bantahan Terhadap Klaim Celios

Baca Juga :  PKS Aceh Gelar Milad ke-24, Dorong Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi Berbasis Masyarakat

Sugiat menilai klaim Celios yang menyebut 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah sebagai bentuk dramatisasi yang berlebihan terhadap proses penyesuaian ekonomi. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo bertugas menjalankan perubahan nyata demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk menyenangkan pengamat.

Mengenai tuduhan pembatasan kebebasan sipil, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan terbuka. Hal itu terbukti dari masih bebasnya masyarakat dan lembaga menyampaikan kritik, termasuk melalui publikasi riset Celios. Terkait penegakan hukum, ia memastikan proses hukum dilaksanakan secara adil tanpa tebang pilih.

Sugiat juga membela gaya komunikasi Presiden Prabowo yang mengutamakan ketegasan dan kepentingan nasional, serta menegaskan bahwa perombakan (reshuffle) kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

Baca Juga :  PIMPINAN PARTAI ACEH GELAR RAPAT KONSOLIDASI, TEGASKAN MARWAH PERJUANGAN RAKYAT

“Evaluasi dan penataan ulang pejabat yang dilakukan Presiden Prabowo murni didasarkan pada kebutuhan untuk mempercepat target pembangunan nasional, bukan karena tekanan pihak luar,” tegasnya.

Pertanyakan Metodologi Riset

Gerindra mempertanyakan metodelogi penilaian Celios yang dianggap lebih mencerminkan opini kelompok tertentu ketimbang ukuran kinerja yang objektif. Sugiat menyampaikan bahwa pemerintah tetap berfokus pada indikator pembangunan nyata seperti pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.

“Menuntut perubahan indikator makroekonomi secara drastis dengan mengabaikan pertumbuhan riil justru akan menjebak negara dalam ukuran-ukuran abstrak yang tidak menyentuh kebutuhan dasar perut rakyat sehari-hari,” ujar Sugiat.

Baca Juga :  Sek DPP PA Aiyub: Usulan Perubahan UUPA Diterima, Hasil Maksimal Butuh Kekompakan

Ia juga menyayangkan narasi yang menggiring penyesuaian ekonomi transisi seolah-olah membuat seluruh rakyat stres, padahal mayoritas masyarakat dinilainya tetap optimistis.

Latar Belakang Laporan Celios

Sebelumnya, Celios bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Minggu (11/10).

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengungkapkan bahwa berdasarkan survei terhadap 1.122 responden, sebanyak 75 persen mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Keluhan utama responden meliputi:

  •   Kenaikan harga kebutuhan pokok
  •   Kesulitan memperoleh pekerjaan
  •  Masalah penegakan hukum

Meski temuan tersebut merupakan hasil penelitian Celios, pihak Gerindra secara tegas menyatakan keberatan atas kesimpulan maupun metode penilaian yang digunakan.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Wakil Gubernur Aceh bersama Wali Nanggroe Aceh dan Akademisi Bertemu SBY Bahas 20 Tahun Perdamaian Aceh dan Revisi UUPA

Politik

PKS Aceh Gelar Milad ke-24, Dorong Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi Berbasis Masyarakat

Politik

Anggota DPR RI Teuku Zulkarnaini Beri Motivasi Kepemimpinan Bagi Kontingen Pramuka Aceh

Politik

Golkar-PKS Kompak Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

Nasional

Pertama dalam Sejarah, Keabsahan Ijazah Wapres Digugat Setelah Dua Tahun Menjabat

Politik

DPRD Samarinda Kembali Bahas Raperda RIPPARDA 2025–2045 untuk Matangkan Sektor Pariwisata

Politik

Wali Kota Langsa Kritik Keputusan Kepala BPBD Mundur Sebelum Bantuan Tersalurkan

Politik

Rocky Gerung: Mundurnya Gibran Bisa Redam Keresahan Publik