Home / Politik

Sabtu, 19 September 2026 - 11:33 WIB

PIMPINAN PARTAI ACEH GELAR RAPAT KONSOLIDASI, TEGASKAN MARWAH PERJUANGAN RAKYAT

REDAKSI

Pimpinan Partai Aceh gelar rapat konsolidasi

Pimpinan Partai Aceh gelar rapat konsolidasi "Udep Beusare Matee Beusadjan, Sikrek Kaphan Saboh Keureunda" di Banda Aceh Jumat malam 18 September 2026 tanpa Ketua Umum Muzakir Manaf alias Mualem, tegaskan marwah perjuangan rakyat tidak boleh tawar-menawar.

BANDA ACEH — Seluruh pimpinan Partai Aceh berkumpul di Banda Aceh dalam rapat pimpinan bertajuk “Udep Beusare Matee Beusadjan, Sikrek Kaphan Saboh Keureunda”, Jumat malam, 18 September 2026.

Meski tidak dihadiri oleh Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, acara tersebut berlangsung dengan sejumlah petinggi partai lainnya. Hadir, Sekretaris Partai Aceh, Aiyub Bin Abbas, Zulfadhli sebagai Bendahara Umum serta Darwis Jeunib.

Bendahara Umum Partai Aceh, Zulfadhli alias Abang Samalanga, mengatakan pertemuan tersebut bukan sekadar konsolidasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan pandangan, menyamakan langkah, dan menajamkan arah perjuangan politik Partai Aceh.

“Kita menyatukan kembali pandangan, menyamakan langkah, dan menajamkan arah kiblat perjuangan politik kita,” kata Zulfadhli dalam sambutannya.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Sampaikan Petisi Dukungan Investasi ke Komisi III DPR RI

Menurutnya, setiap keputusan politik yang diambil Partai Aceh harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Ia menyebut masih banyak masyarakat di kampung yang menunggu pembangunan, anak-anak Aceh yang membutuhkan pendidikan lebih baik, serta petani, nelayan, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, pemuda, perempuan, dan kelompok masyarakat lainnya yang mengharapkan kebijakan pemerintah memberikan manfaat.

“Semakin besar amanah yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita jalankan,” katanya.

Zulfadhli menegaskan perubahan zaman maupun pergantian orang tidak boleh menghilangkan semangat perjuangan rakyat Aceh.

“Orang boleh datang dan pergi, zaman boleh berganti, tapi marwah perjuangan rakyat Aceh tidak boleh tawar-menawar,” katanya.

Dia menyebut Partai Aceh bersama struktur perwilayahan Aceh KPA merupakan rumah besar yang dibangun di atas pondasi kesetiaan terhadap perjuangan.

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan

Dalam kesempatan itu, Ketu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga mengutip pepatah Aceh, “Udep beu sare, mate beu syahid, sikrek kafan saboh keurenda,” yang menurutnya memiliki makna luhur sekaligus menjadi pengingat dalam menjalankan perjuangan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pimpinan Partai Aceh yang hadir dari wilayah pesisir timur, barat, selatan, tengah hingga utara untuk menghilangkan keraguan dan memperkuat barisan.

“Musuh terbesar kita hari ini bukanlah orang lain, melainkan gertakan di dalam barisan kita sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam menjalankan tugas merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, perbedaan tersebut harus tetap berada dalam semangat kebersamaan, etika, aturan, dan kepentingan rakyat.

“Pada akhirnya, amanah yang kita bawa bukan kepentingan pribadi, tetapi untuk masyarakat dan masa depan Aceh,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Apresiasi Komisi II DPR RI yang Dukung Perpanjangan bahkan Permanenisasi Dana Otsus Aceh

Zulfadhli juga mengajak seluruh jajaran Partai Aceh memperkuat kekompakan, meningkatkan kualitas kerja, serta membangun komunikasi dengan Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita buktikan bahwa kita bisa bekerja bersama, berbeda dalam pandangan, tetapi satu dalam tujuan, membawa Aceh dan bangsa secara paripurna untuk rakyat,” ujarnya.

Dia berharap Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, dan petunjuk kepada seluruh jajaran Partai Aceh dalam menjalankan amanah untuk masyarakat dan pembangunan Aceh.

Selain itu, sejumlah partai politik lainnya juga terlihat dalam undangan tersebut. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama juga ikut serta.***

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

RUU Perubahan UUPA: DPR Usulkan Dana Otsus Aceh Selamanya dan Naik Menjadi 2,5 Persen

Aceh

MaTA Minta Pengelolaan Dana Parpol di Aceh Lebih Transparan dan Akuntabel

Politik

Anggota DPR RI dan DPD RI Asal Aceh Siap Dukung Pembentukan Enam Calon DOB di Aceh

Politik

DPR Resmi Disetujui RUU Perubahan UU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif

Politik

DPRK Aceh Selatan Sepakati Satu Nama Calon Sekwan, Surat Rekomendasi Resmi Dikirim ke Bupati

Politik

Plt Sekda Taufik Ajak DPRA Perkuat Sinergi dan Komunikasi Kawal Pembangunan Aceh

Politik

Lebaran di Depan Mata, Belanja Pemerintah Masih Wacana

Politik

Ketua DPRA Panggil Kepala Bappeda dan DPKA, Pertanyakan Lambatnya Realisasi APBA 2025