Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Sabtu (14/2/2026). Kenaikan ini membuat harga emas Logam Mulia semakin mendekati level psikologis Rp3 juta per gram.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia, harga emas satuan 1 gram di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, dibanderol Rp2.954.000 per batang. Angka tersebut melonjak Rp50.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga ini menjadi kabar positif bagi investor emas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Level harga yang kini mendekati Rp3 juta per gram menjadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven) masih tinggi.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami peningkatan. Hari ini, harga buyback berada di posisi Rp2.751.000 per gram, naik Rp53.000 dari perdagangan sebelumnya. Kenaikan harga buyback ini memberi peluang keuntungan lebih besar bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya.
Dipicu Data Inflasi AS
Penguatan harga emas tak lepas dari sentimen global, khususnya dari Amerika Serikat. Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada akhir pekan ini setelah data inflasi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar.
Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Januari tercatat naik 0,2%, lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 0,3%. Angka tersebut juga berada di bawah capaian inflasi Desember 2025 yang sebesar 0,3%.
Data tersebut memunculkan kembali optimisme bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mulai memangkas suku bunga tahun ini. Pelaku pasar kini memperkirakan total penurunan suku bunga bisa mencapai 63 basis poin sepanjang 2026, dengan potensi pemangkasan pertama terjadi pada Juli.
Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi katalis positif bagi emas. Sebab, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung lebih diminati saat suku bunga rendah. Ketika imbal hasil instrumen berbasis bunga menurun, emas menjadi alternatif investasi yang lebih menarik.
Minat Investor Tetap Tinggi
Analis menilai, selama ketidakpastian ekonomi global masih membayangi dan peluang penurunan suku bunga tetap terbuka, harga emas berpotensi bertahan di level tinggi. Bahkan, bukan tidak mungkin harga emas Antam menembus Rp3 juta per gram dalam waktu dekat jika tren penguatan berlanjut.
Bagi investor ritel, momentum ini menjadi pertimbangan penting untuk strategi investasi jangka panjang. Emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.
Dengan tren yang terus menguat, pergerakan harga emas dalam beberapa pekan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter global serta dinamika ekonomi internasional.(**)
Editor: Redaksi









