BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan berupa perangkat laptop sebagai sarana penunjang kinerja kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan bantuan ini ditujukan bagi para pendamping yang bertugas di sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
Bantuan unit laptop tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi dan advokasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 (Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang), Munawar AR, atau yang akrab disapa Ngohwan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis yang dipusatkan di Aula Dinas Sosial Aceh.
Dukungan Infrastruktur Kerja dan Peningkatan Akurasi Data
Penyaluran fasilitas kerja ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat tata kelola perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan di daerah. Perangkat laptop yang memadai sangat dibutuhkan oleh para pendamping PKH untuk menunjang operasional harian, mulai dari proses input data, verifikasi dan validasi penerima manfaat, hingga pelaporan berkala secara akurat dan tepat waktu.
Dalam sambutannya, pihak Dinas Sosial Aceh menyampaikan bahwa para pendamping PKH di tingkat kecamatan merupakan ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Fasilitas kerja ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi administrasi serta responsivitas pelayanan sosial di lapangan.
Sementara itu, Munawar AR (Ngohwan) menegaskan komitmennya dalam mengawal serta memperjuangkan kebutuhan para tenaga pendamping sosial di wilayah pilihannya. Menurutnya, kerja-kerja pendampingan sosial memerlukan integrasi data yang handal sehingga keberadaan sarana kerja yang representatif menjadi hal yang mutlak.
“Pendamping PKH bekerja ekstra di lapangan untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Melalui advokasi ini, kami ingin memastikan sarana penunjang kinerja mereka terpenuhi dengan baik demi kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Ngohwan.
Menjangkau 9 Kecamatan di Kota Banda Aceh
Penyaluran bantuan laptop ini mencakup para petugas pendamping PKH yang tersebar di 9 kecamatan se-Kota Banda Aceh. Keberadaan fasilitas baru ini disambut antusias oleh para pendamping yang hadir di Aula Dinas Sosial Aceh, mengingat tingginya dinamika dan kebutuhan integrasi data warga di kawasan perkotaan.
Dengan adanya bantuan hasil advokasi anggota DPRA ini, Pemerintah Aceh berharap sinergi antara lembaga legislatif, dinas teknis, dan para tenaga pendamping sosial semakin kokoh, sehingga program penanggulangan kemiskinan di Kota Banda Aceh dapat berjalan lebih optimal. [Adv]
Editor: Dahlan









