ACEH TENGAH — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi rumah tertimbun tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Jumat, 18 September 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi kawasan terdampak sekaligus menjadi bagian dari persiapan pemerintah menentukan penanganan pascabencana.
Dody tiba di lokasi sekitar pukul 11.05 WIB. Ia melihat kondisi tanah dan kawasan di sekitar permukiman warga yang terdampak longsor yang terjadi pekan lalu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Meskidemikian, pemerintah belum langsung menetapkan bentuk penanganan. Asesmen teknis akan dilakukan lebih dulu untuk mengetahui kondisi tanah, tingkat keamanan kawasan, serta dampaknya terhadap permukiman dan infrastruktur.
Menurut Dody, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali infrastruktur di kawasan terdampak.
“Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terencana dan berdasarkan kajian teknis, dengan mempertimbangkan kondisi tanah, lingkungan, tata ruang dan kebutuhan masyarakat,” kata Dody saat meninjau lokasi.
Ia mengatakan kondisi geografis dan karakteristik tanah harus menjadi pertimbangan sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan infrastruktur yang dibangun setelah bencana tidak justru meningkatkan risiko bagi masyarakat.
Peninjauan di Aceh Tengah juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana. Dody menekankan perlunya keterlibatan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri dan instansi teknis, dalam proses penanganan.
Setelah meninjau lokasi longsor, Dody melanjutkan kunjungan ke Pusat Pengelolaan Air Minum Bur Oregon di Kampung Jongok Bathin, Kecamatan Kebayakan. Dari Aceh Tengah, rombongan Menteri PU kemudian bertolak menuju Kabupaten Bener Meriah.
Kunjungan Dody di Aceh Tengah mendapat pengamanan dari Polres Aceh Tengah. Sementara rangkaian kunjungan Menteri PU di Aceh Tengah berakhir sekitar pukul 13.20 WIB.
Diketahui, bencana tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah pada Minggu, 13 September 2026 lalu menyebabkan satu unit rumah milik warga mengalami rusak berat.
Dalam peristiwa itu, satu orang anak meninggal dunia atasnama Nazila 9 tahun. Sementara 13 orang lainnya mengalami luka – luka hingga mendapatkan perawatan di RSUD Datu Beru Takengon.
Adapun data korban luka – luka yakni, Rosita (61), Nurjanah (51) Halimatus Sakdiyah (43), Anisa (7), Alyah (74), Sapri (32), Sulis (39), Yuhana (39), Naumi (5), Sahril (27), Juraini (25), Raimah (55) dan Ruhdi (42).***
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









