Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi memperkuat sinergi dalam pengembangan tata kelola dan sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan pendidikan, terutama karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama (boarding school) dengan latar belakang peserta didik yang beragam.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi aspek krusial dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, sistem boarding tidak hanya menuntut kualitas pendidikan akademik, tetapi juga pengelolaan kehidupan sehari-hari peserta didik secara menyeluruh.
“Boarding-nya ini yang harus kita kuatkan. Sekolah Rakyat itu seperti rumah kedua bagi anak-anak dan tenaga kependidikan. Di sana mereka tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh, berinteraksi, dan dibentuk karakternya,” ujar Gus Ipul saat pertemuan dengan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan menjadi kunci agar sekolah ini benar-benar mampu menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengelola sekolah, mulai dari kepala sekolah, pengasuh asrama, hingga tenaga pendukung lainnya. Dengan tata kelola yang kuat dan SDM yang kompeten, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.
Sementara itu, Kepala LAN Muhammad Taufiq menyambut baik ajakan kolaborasi dari Menteri Sosial. Ia menegaskan kesiapan LAN untuk mendampingi Kemensos dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kapasitas SDM Sekolah Rakyat melalui berbagai program pengembangan kompetensi.
“Kami siap mendukung penguatan tata kelola Sekolah Rakyat, termasuk peningkatan kualitas SDM-nya. LAN memiliki pengalaman dan instrumen pengembangan manajemen pemerintahan yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan Sekolah Rakyat dikelola secara efektif dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Taufiq.
Menurutnya, sinergi antara Kemensos dan LAN menjadi langkah strategis untuk memastikan Sekolah Rakyat tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan peserta didik.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan model tata kelola Sekolah Rakyat yang terstandar, berkelanjutan, serta mampu direplikasi di berbagai daerah. Dengan demikian, Sekolah Rakyat dapat terus berkembang sebagai instrumen negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.(**)
Editor: Mulyadi









