IDI – Penjabat Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mendesak Perum Bulog untuk menyerap gabah dan jagung hasil panen petani setempat. Langkah ini dinilai sangat krusial guna memastikan stabilitas harga pangan serta menjamin hasil produksi masyarakat dibeli dengan harga yang layak.
Sikap tegas tersebut disampaikan Al-Farlaky saat menerima audiensi dan kunjungan kerja dari manajemen Bulog Cabang Langsa di Pendopo Bupati Aceh Timur, Idi, pada Jumat (28/8/2026).
“Kita telah menyampaikan secara rinci kepada Bulog untuk menyerap gabah dan jagung milik petani guna menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Al-Farlaky dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Al-Farlaky menegaskan bahwa proses penyerapan hasil panen harus tetap memperhatikan standar kualitas tanpa mengesampingkan pemberian harga yang adil bagi para petani. Kebijakan ini merupakan bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan, hingga kelancaran distribusi beras.
Transparansi Program SPHP dan Apresiasi Penanganan Bencana
Selain penyerapan gabah dan jagung, Al-Farlaky meminta pihak Bulog menyerahkan data lengkap mengenai mitra yang terlibat dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Aceh Timur.
Data tersebut akan digunakan oleh Pemkab Aceh Timur untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi beras di lapangan, sekaligus menjadi bahan pemetaan dan pelaporan kondisi ketahanan pangan daerah kepada pemerintah pusat.
Di sisi lain, Al-Farlaky memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Perum Bulog saat membantu penanganan bencana banjir besar yang menerjang Aceh Timur pada 2025 lalu.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bulog saat bencana banjir besar. Walaupun permintaan bantuan 200 ton beras disampaikan melalui surat tulisan tangan Bupati, Bulog tetap merespons dengan cepat,” ungkapnya.
Dorong Aceh Timur Jadi Lumbung Pangan Nasional
Ia berharap jalinan koordinasi dan sinergi antara Bulog dan Pemkab Aceh Timur terus diperkuat, khususnya pada penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan lainnya.
Lebih jauh, Al-Farlaky menargetkan Aceh Timur tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu sentra produksi utama yang siap menopang ketahanan pangan tingkat nasional.
“Harapan kami, Aceh Timur bisa menjadi lumbung pangan dengan menjadi daerah penyuplai pangan nasional,” pungkasnya.
Editor: Dahlan











