Banda Aceh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., bersama Anggota DPRK Banda Aceh, Tgk. Tarnuman, menghadiri upacara pembukaan (opening ceremonial) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk wilayah Pemukiman Meuraxa dan Pemukiman Tgk. Chik Lamjabat. Acara keagamaan yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Bersejarah Baiturrahim, Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, pada Selasa malam (16/06/2026).
Kehadiran pimpinan dan anggota legislatif tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam menyukseskan syiar Islam di Kota Banda Aceh, sekaligus memotivasi generasi muda di pesisir ibu kota Provinsi Aceh ini untuk semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
Dalam sambutannya di sela-sela acara, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh panitia pelaksana dari kedua kemukiman, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Meuraxa yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan mulia ini.
Menurut Irwansyah, MTQ tingkat kemukiman bukan sekadar ajang perlombaan atau rutinitas seremonial belaka, melainkan sebuah momentum penting untuk memperkuat pondasi keagamaan masyarakat, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z di Banda Aceh.
“Kami dari lembaga dewan sangat mendukung kegiatan-kegiatan syiar Islam seperti ini. Masjid Baiturrahim Ulee Lheue ini punya sejarah besar, menjadi saksi bisu tsunami, dan malam ini kembali menjadi saksi lahirnya generasi-generasi Qur’ani yang akan menjaga peradaban Islam di Banda Aceh di masa depan,” ujar Irwansyah.
Irwansyah juga menambahkan bahwa alokasi perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai Al-Qur’an harus terus ditingkatkan, agar Banda Aceh tetap kokoh berdiri sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam yang kaffah.
Senada dengan Ketua DPRK, Anggota DPRK Banda Aceh asal daerah pemilihan setempat, Tgk. Tarnuman, juga mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para peserta yang mendaftar dari berbagai gampong (desa) di bawah naungan Mukim Meuraxa dan Mukim Tgk. Chik Lamjabat.
Tgk. Tarnuman menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak agar akrab dengan Al-Qur’an sejak dini di tengah gempuran arus digitalisasi modern.
Pondasi Karakter: MTQ menjadi wadah pembentukan akhlak mulia dan benteng bagi anak muda dari pengaruh negatif lingkungan.
Kaderisasi Qari/Qariah: Kegiatan di tingkat Pemukiman ini diharapkan dapat menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya mampu mewakili Banda Aceh di tingkat provinsi maupun nasional.
“Melihat anak-anak kita begitu bersemangat memakai pakaian muslim, memegang mushaf, dan melantunkan ayat suci dengan merdu adalah kebahagiaan terbesar bagi kami. Ini membuktikan bahwa ruh keislaman di bumi serambi makkah ini tidak akan pernah pudar,” pungkas Tgk. Tarnuman.
Opening ceremonial MTQ dua kemukiman ini dibuka secara resmi ditandai dengan pemukulan bedug oleh Ketua DPRK Banda Aceh bersama unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Meuraxa, Keuchik, serta para Imum Mukim setempat.
Suasana Masjid Baiturrahim Ulee Lheue tampak dipadati oleh ratusan warga, tokoh agama, tokoh adat, serta orang tua peserta yang datang untuk memberikan dukungan langsung. Acara pembukaan ini juga dimeriahkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qari jemputan serta penampilan selawat yang menggetarkan hati para hadirin.
MTQ Mukim Meuraxa dan Mukim Tgk. Chik Lamjabat ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, memperlombakan beberapa cabang seni Al-Qur’an seperti Tartil, Tilawah, hingga Hifzil Qur’an untuk berbagai tingkatan usia. [Adv]
Editor: Redaksi









