Home / Parlementarial / Pemerintah

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:54 WIB

Komisi II DPRA Rumuskan Rencana Aksi Cepat Penanganan Pasca-Bencana Hidrometeorologi di Aceh

REDAKSI

Komisi II DPRA bergerak cepat tangani dampak bencana hidrometeorologi di Aceh, fokus pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat, Kamis 08/1/2026.

Komisi II DPRA bergerak cepat tangani dampak bencana hidrometeorologi di Aceh, fokus pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat, Kamis 08/1/2026.

Banda Aceh – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) bergerak cepat merespons dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh. Melalui rapat koordinasi bersama mitra kerja di Aula Serba Guna DPRA, Kamis (08/01/2026).

komisi tersebut fokus mengidentifikasi kerusakan sekaligus menyusun rencana aksi penanganan yang konkret.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRA, Khairil Syahrial, S.T., M.A.P, didampingi pimpinan dan anggota komisi lainnya. Turut hadir Asisten II Pemerintah Aceh sekaligus Plt. Kepala Bappeda Aceh, Dr. Zulkifli, M.Si, serta jajaran kepala dinas terkait.

Baca Juga :  Staf Ahli Bupati Buka Pelatihan Dasar Golongan II dan III CPNS Kabupaten Aceh Besar

Ketua Komisi II, Khairil Syahrial, menegaskan bahwa penanganan bencana kini telah memasuki hari ke-44. Ia menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk segera melakukan langkah nyata di lapangan secara terkoordinasi.

“Setiap dinas harus bersinergi dan bergerak cepat. Fokus utama kita adalah pemulihan infrastruktur yang rusak serta kebangkitan ekonomi masyarakat yang terdampak,” tegas Khairil.

Data Dampak Bencana yang Luas

Dalam rapat tersebut, Plt. Kepala Bappeda Aceh, Dr. Zulkifli, memaparkan data sebaran dampak bencana yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 18 kabupaten/kota di Aceh terdampak, yang mencakup 200 kecamatan dan 3.038 gampong.

Baca Juga :  Komisi VI DPRA Tinjau Pendidikan Lhokseumawe, Fokus pada Mutu dan Fasilitas

Data ini menjadi basis utama dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Aceh. Beberapa sektor yang menjadi perhatian prioritas meliputi kehutanan, pertanian, serta pemukiman warga.

Rencana Aksi Strategis

Sejumlah anggota Komisi II yang hadir, di antaranya Muhammad Iqbal, T. Heri Suhadi (Abu Heri), Rahmuddinsyah, M. Natsir, Fuadri, Tantawi, dan Tati Meutia Asmara, memberikan berbagai masukan strategis. Beberapa poin rencana aksi yang disepakati meliputi:

Baca Juga :  Asisten I Sekdakab Aceh Besar Buka Pembinaan Pertanahan Bagi Imum Mukim dan Keuchik 

Pemanfaatan Material: Pengumpulan kayu sisa bencana untuk digunakan dalam proses rekonstruksi.

Penguatan Personel: Peningkatan kualitas SDM Polisi Hutan.

Distribusi Logistik: Mobilisasi bantuan logistik secara masif ke titik-titik terdampak.

Rehabilitasi Lahan: Pemanfaatan lahan yang tertutup endapan lumpur untuk sektor pertanian, seperti penanaman jagung.

Komisi II DPRA memastikan hasil koordinasi ini akan segera ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis bersama dinas terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan draf R3P dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan secara optimal demi kemaslahatan masyarakat Aceh. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kemajuan Daerah

Aceh

Dana Otsus Tahap II Cair Rp 1,5 Triliun, Khusus Jatah Provinsi

Parlementarial

DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Parlementarial

Lembaga DPR Aceh tunjuk Anwar Ramli sebagai Ketua Tim Revisi UUPA

Aceh Besar

Wakili Bupati, Asisten I Sekdakab Buka Seleksi MQK Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025

Daerah

Ketua DPRA Akan Lanjutkan Pansus Tambang 

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tutup Karang Pamitran Pramuka Kwarcab Aceh Besar di Takengon

Parlementarial

Ketua Komisi 1 DPRA: TNI Jangan Salah Kaprah, Fokus Tangani Bencana