BANDA ACEH — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Asupan Nutrisi bagi Anak Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Banda Aceh ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, para tenaga kesehatan, kader posyandu, serta para ibu penerima manfaat beserta anak-anak mereka. Program ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Kota Kutaraja.
Dalam sambutannya, Farid Nyak Umar menegaskan bahwa pemenuhan gizi dan kesehatan anak merupakan salah satu fokus utama prioritas kerja Komisi IV DPRK Banda Aceh yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat dan kesehatan. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah memastikan setiap anak tumbuh sehat dan terpenuhi nutrisinya sejak dini.
Pencegahan Stunting: Menekankan pentingnya intervensi gizi seimbang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah potensi kerdil (stunting) dan gangguan perkembangan otak anak.
Penguatan Alokasi Anggaran: Memastikan Komisi IV DPRK Banda Aceh terus mengawal serta mendukung alokasi anggaran sektor kesehatan, khususnya untuk penyediaan makanan tambahan (PMT) dan suplemen nutrisi melalui posyandu dan puskesmas.
Peran Edukasi Orang Tua: Mengimbau para ibu dan kader kesehatan di tingkat gampong agar aktif memantau tumbuh kembang balita secara berkala serta menerapkan pola makan bergizi seimbang di rumah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket asupan nutrisi secara simbolis oleh Farid Nyak Umar bersama pejabat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh kepada para penerima manfaat. Paket bantuan gizi ini diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian balita dan anak-anak yang membutuhkan.
Melalui sinergi yang kuat antara pihak legislatif dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, kegiatan sosialisasi dan pembagian nutrisi ini diharapkan dapat mewujudkan generasi muda Banda Aceh yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi buruk di masa depan. [Adv]
Editor: Redaksi













